Home / peristiwa / Keputusasaan Bram mengakhiri bencana Pembantaian kekasih di perkebunan kelapa sawit

Keputusasaan Bram mengakhiri bencana Pembantaian kekasih di perkebunan kelapa sawit

Ilustrasi mayat. © kok kok

Warta.top – Rahmad alias Bram (23), seorang pekerja tambang di Konawe Utara, Sulawesi Tenggara, bertekad menikam pacarnya, N (17). Bram bisa membunuh pacarnya yang masih duduk di bangku sekolah menengah karena sudah terlambat ketika kedua pria itu bersumpah untuk bertemu satu sama lain dan menolak untuk bercinta.

Sebagai akibat dari tindakannya, Bram telah diancam oleh Pasal 338 KUHP, Pasal 340 KUHP atau UU No. 35 tahun 2014 yang mengamandemen UU Perlindungan No. 23 tahun 2002. masa kecil.

Para pelaku diancam dengan hukuman seumur hidup. Namun, jika mereka diadili, para pelaku ditahan setidaknya 10 tahun penjara. Berikut ini faktanya:

1 dari 4 halaman

Korban menolak seks

Bram baru keluar selama dua minggu. Selama berkencan, Bram harus melakukan perjalanan cukup jauh untuk menemukan N, yang masih duduk di kelas 2 di SMA Konawe Utara. Padahal, tata letak lokasi tambang dan kawasan perumahan bisa sangat menguras tenaga bila dipinjam oleh kendaraan roda dua.

Jarak menjadi salah satu alasan mengapa Bram tega membunuh N. Karena selain sering dibuat menunggu, korban selalu menolak ajakan untuk melakukannya. cinta dengan Bram.

Sebelum penyidik ​​penyelidikan kriminal distrik Konawe, ia mengakui bahwa selain terlambat, korban juga menolak undangan untuk bercinta dan untuk s & # 39; pelukan.

"Sebelum membunuh, dia menolak untuk dicium di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit, meskipun kami berpacaran dengan seseorang," kata Bram kepada polisi di daerah Konawe, Sabtu (16/11), dikutip di Liputan6.com.

2 dari 4 halaman

Korban memiliki 7 luka tusuk

Penulis menikam kekasihnya 7 kali. Dua luka serius pada dada dan punggung menyebabkan kematian korban di tengah perkebunan kelapa sawit di desa Pariama, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara, pada hari Rabu 6/11).

Bram menyatakan bahwa sebelum mengambil nyawa N sekitar 21:22 WITA, ia membawanya di sore hari dalam berjalan-jalan. Bahkan, lokasi rumah N dan tempat pertemuan mereka sekitar 10 kilometer lebih panjang.

Pada pertemuan di depan sekolah, N diundang ke sekolah asrama. Tapi dia menolak dan dijauhi. Lalu terjadilah pertengkaran di antara keduanya. N terpaksa kembali ke rumah dengan sepeda motor, sementara para penyerang mengikuti di belakang.

Ketika mereka berada di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit, para penyerang memaksa korban untuk menciumnya. Tetapi korban menampar penulis. Para pelaku menjadi marah dan segera memeluk dan menikam korban beberapa kali. Korban yang berteriak kesakitan di perkebunan kelapa sawit menyebabkan kepanikan di antara penulisnya.

"Saya menusuk berulang kali, dan kemudian mendorong korban ke dalam parit yang terletak hanya 3 meter dari tempat saya ditusuk," Bram menjelaskan pada hari Sabtu. 11/16).

Keesokan harinya (7/11), korban pembunuhan ini ditemukan terbaring di parit oleh keluarganya, dari beberapa daerah di Konawe utara. Keluarga korban pingsan setelah korban tidak pulang tadi malam.

3 dari 4 halaman

Polisi Bukti aman

Setelah ditangkap dan dikutip sebagai tersangka, tim investigasi kriminal Polisi Konawe berhasil memastikan keselamatan para pelaku. Iptu Rahmat Zam-zam, kepala unit investigasi kriminal di Konawe, mengatakan bukti untuk membunuh N telah diperoleh oleh partai. polisi.

"Anggota kami dikejar, kami menerima pisau dari penulis yang biasa menusuk, pisau kuningan. Dia disimpan di salah satu rekannya," kata Iptu Rahmat Zam-zam.

Pisau ini disembunyikan di rumah rekannya yang bernama John. Ini dilakukan oleh Bram sehingga bukti tidak akan ditemukan oleh polisi.

4 dari 4 halaman

Saya menderita penyakit raja singa

Iptu Rahmat Zam-zam, kepala Unit Investigasi Kriminal di Konawe, mengatakan bahwa setelah penangkapannya, Bram mengaku menderita sifilis atau nama raja singa. Sifilis adalah jenis infeksi genital pria karena kurangnya kebersihan.

Sifilis biasanya dilakukan oleh pria yang sering berganti pasangan tanpa mengkhawatirkan kebersihan. Jika ada yang menderita sifilis, AIDS akan menjadi ancaman nantinya.

"Ketika anggota memeriksa celana penulis, mereka menemukan jejak," kata Ipda Rahmat Zam-zam.

(Dan)

(tagsToTranslate) Pembunuhan (t) Pembunuhan Sadis (t) Jakarta


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *