Home / peristiwa / Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung kembali memeriksa tiga saksi

Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung kembali memeriksa tiga saksi

Warta.top – Kejaksaan Kembali Mewawancarai Tiga Saksi Terkait Hukum Pidana Korupsi Dalam pengelolaan keuangan dan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang dilakukan untuk tersangka perusahaan dan tersangka pribadi, Pieter Rasiman.

<< Hari ini, tim penyidik ​​jaksa Direktorat Penyidikan Wakil Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan AgungKorupsi Pengelolaan dana keuangan dan investasi PT Asuransi Jiwasraya Pieter Rasiman, ”kata Jaksa Agung Hari Setiyono, Hari Setiyono, dalam keterangannya, Senin 16/11.

Menurut dia, keterangan ketiga saksi tersebut dinilai perlu untuk mengungkap sejauh mana peran saksi dalam pengelolaan bisnisnya. Serta hubungannya dengan jual beli saham pengelolaan keuangan dan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya yang berlangsung di Bursa Efek Indonesia.

“Ketiga saksi yang diwawancarai adalah mantan direktur investasi strategis PT Inertia Utama Nie Swe Hoa, saksi tersangka Piter Rasiman, Yuliani Almalita, dan Direktur PT Artha Sekuritas Suparno Sulina,” ujarnya.

Kemudian, Hari mengindikasikan bahwa pemeriksaan saksi dilakukan dengan memperhatikan tata tertib kesehatan tentang pencegahan penularan Covid 19, khususnya dengan memperhatikan jarak aman antara saksi dan penyidik ​​yang telah menggunakan alat pelindung diri. TELINGA).

“Lengkap dan saksi harus memakai masker dan selalu cuci tangan dengan hand sanitizer sebelum dan sesudah pemeriksaan,” terangnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa Piter Rasiman (PR) sebagai tersangka. Penetapan tersangka terkait kasus dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya (AJS).

“Hari itu tersangka lain ditetapkan atas nama Humas, Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa terkait,” kata Kepala Pusat Informasi Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung, Hari Setiyono, kepada Pacar, Jakarta Selatan, Senin (12/10).

Dia menjelaskan, penugasan tersangka ke Humas tersebut karena adanya keterkaitan atau kesamaan hubungan dengan para terdakwa yang sudah diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

“Jadi tersangka ini diyakini telah bekerjasama dengan para tergugat, termasuk Joko Hartono Tirto. Implikasinya, tersangka ini memanfaatkan perusahaan untuk menggunakan pengaturan investasi yang dilakukan oleh terdakwa dengan menggunakan uang tunai. dari PT Asuransi Jiwasraya, ”jelasnya.

Atas dasar itu, penyidik ​​menetapkan Humas sebagai tersangka dalam kasus yang kini mengkhawatirkannya.

“Tersangka diduga melakukan dakwaan tindak pidana korupsi. Pasal 1 Dugaan pokok Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 yang mengubah Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Korupsi pemberantasan korupsi, subsider pasal 3 undang-undang no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan undang-undang no. 20 tahun 2001 mengubah undang-undang no. 31 tahun 1999 tentang pemberantasan korupsi untuk pemberantasan Tpikor sehubungan dengan pasal 55 ayat 1 sampai 1 KUHP “, tegasnya.

Tersangka juga diduga melakukan tindak pidana pencucian uang dengan dakwaan atau dugaan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU terkait dengan ‘pasal 55 ayat 1 sampai 1 KUHP atau keduanya dengan pasal 4 undang-undang n ° 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU Jo pasal 55 ayat 1 sampai 1 KUHP ”, ujarnya. untuk menindak lanjuti.

Dengan ditetapkannya PR sebagai tersangka, penyidik ​​langsung melanjutkan penahanan di Rutan Salemba, Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Terhadap tersangka hari ini akan dilakukan upaya paksa berupa penahanan dengan jenis penahanan, mulai hari ini Senin 12 Oktober 2020 dan akan ditempatkan di Rutan Salemba, Kejaksaan. kabupaten selatan Jakarta, ”pungkasnya. [eko]

.


Source link

Check Also

LIPI mengungkap 4 alasan konflik di Papua tak kunjung usai

Warta.top – Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rosita Dewi mengatakan, pemerintah gagal mencari akar …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *