Home / peristiwa / Kasus Covid-19 di Solo Melambung, Pemkot memperketat aturan hajatan

Kasus Covid-19 di Solo Melambung, Pemkot memperketat aturan hajatan

Warta.top – Kasus penularan Covid-19 di Solo kembali meningkat signifikan. Padahal, kenaikan pada Minggu kemarin merupakan yang tertinggi dalam pandemi Corona sejak Maret lalu.

Berdasarkan data, pada Minggu (15/11) terdapat tambahan 106 kasus. Rekor puncak tertinggi pada bulan September, mencapai 65 dalam satu hari.

Ketua Pelaksana Satgas Penanganan Covid-19 (Satgas) Solo Ahyani mengatakan, saat ini terdapat 34 cluster transmisi. Namun, penularannya didominasi oleh kelompok keluarga. Saat ini akumulasi kasus yang dikonfirmasi mencapai 1.661 orang. 124 orang dirawat di rumah sakit, 436 diisolasi, 1.026 orang sembuh dan 75 lainnya meninggal.

“Ini (penambahan) paling banyak, dua kali lipat. Tapi paling banyak OTG (orang tanpa gejala). Ada 34 cluster, itu antar keluarga. Ada yang mandiri, ada yang PDP (pasien dalam pengawasan), ada pula kantor, tapi ada banyak keluarga. Ada 19 PDP, 6 independen, ”kata Ahyani, Senin 16/11.

Pemerintah Kota Solo telah mengambil langkah untuk memperkuat peraturan walikota (Perwali) tentang pencegahan dan penularan Covi-19. Setelah anak-anak di bawah 15 tahun tidak diizinkan pergi ke tempat keramaian, giliran mereka untuk acara sekarang dibatasi.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, 12 November 2020, butir 5e menyatakan bahwa: “ Penyelenggaraan resepsi pernikahan menggunakan model standing party / tidak menyediakan meja dan kursi untuk para tamu, piringnya dikemas untuk dibawa pulang. ”

“Sebelumnya penilaiannya makanan saat hajatan terbatas. Tidak boleh disantap di satu tempat atau buffet,” ujarnya.

Dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Solo, pihaknya tidak berencana membangun rumah karantina. Komunitas yang terkena dampak diundang untuk mengisolasi diri mereka sendiri. Namun, pihaknya akan selalu mempertimbangkan kemungkinan tersebut.

Sejauh ini, kata dia, dua rumah karantina Priyosuhartan dan Dalem Joyokusuman masih buka. Namun kenyataannya, kedua rumah karantina itu sepi. Orang lebih suka tinggal di rumah.

“Itu sistem karantina mandiri. Secara psikologis teman-teman saya juga terpengaruh. Teman-teman saya yang ada di rumah sakit urus orang-orang OTG,” ujarnya. [noe]

.


Source link

Check Also

Sebelum pencoblosan hingga penghitungan suara, TPS di Bantul akan disterilkan

Warta.top – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengatakan setiap Tempat Pemungutan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *