Home / peristiwa / Kasus Covid-19 bertambah banyak, adaptasi kebiasaan baru di Kota Bandung semakin ketat

Kasus Covid-19 bertambah banyak, adaptasi kebiasaan baru di Kota Bandung semakin ketat

Warta.top – Implementasi New Habitat Adaptation (AKB) di Bandung semakin diperkuat menyusul peningkatan kasus Covid-19. Salah satunya dengan memberikan sanksi berat bagi pelanggar protokol kesehatan.

Wali Kota Bandung dan Ketua Satgas Covid-19 Kota Bandung Oded M. Danial mengatakan jika ada yang melanggar jam buka akan langsung menghadapi sanksi berat sesuai regulasi. Walikota Bandung (Perwal) nomor 37 tahun 2020.

Perpres tersebut mengatur pedoman pelaksanaan AKB dalam rangka pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Terkait eskalasi kasus Covid-19 di Bandung, kami akan menerapkan peningkatan AKB. Kami akan memperketat pengawasan dan pengendalian izin komersial dan operasional,” kata Oded, Jumat (11/9/2020). .

Berdasarkan Perwal 37/2020, sejumlah sektor mengalami pelonggaran selama periode AKB dengan jam operasional terbatas. Diantaranya adalah kafe, restoran, dan tempat hiburan.

Menurut Oded, tim penegak hukum Satgas Kota Bandung tak segan-segan menyegel atau membubarkan paksa jika ada pengusaha nakal. Tak hanya itu, Pemkot Bandung juga akan membekukan dan mencabut izin tersebut.

“Kami tidak akan mentolerir adanya pelanggaran. Misalnya jika ada yang melanggar jam buka, kami akan menutupnya dan segera menanganinya. Jika perlu akan kami cabut izinnya demi keselamatan warga Bandung,” ujarnya. dideklarasikan.

Oded mengatakan, selama masa AKB, bukan berarti pandemi Covid-19 sudah berakhir. Ia mengimbau warga untuk terus meningkatkan kesadaran dan disiplin protokol kesehatan.

Menurutnya, penelusuran melalui swab test atau swab test akan terus dilakukan agar penanganan Covid-19 di Bandung bisa lebih tepat dan terpetakan. Menurut standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pengujian melibatkan setidaknya satu persen populasi.

“Meski konsekuensinya jumlah kasus meningkat, kami akan terus melakukan pemeriksaan. Dinas Kesehatan Kota Bandung telah melakukan 22.928 tes usap atau 0,92% dari total penduduk,” a- dia menyatakan.

Kegiatan tindak lanjut tersebut dilakukan karena Pemerintah Kota Bandung telah memiliki tingkat biosafety level (BSL) 2 plus laboratorium. Sehingga kita bisa mengetahui hasilnya dengan cepat meski dampaknya meningkatkan temuan kasus.

Mengenai ruang pengasingan, saat ini terdapat 322 tempat tidur kosong. Dari 460 tempat tidur di 27 rumah sakit rujukan Covid-19 di Bandung, baru 138 tempat tidur atau sekitar 30 persen yang terisi.

“Jadi soal ketersediaan ruang isolasi memang masih ada. Tapi bukan berarti kita mengharapkan semuanya penuh. Sebaliknya, kita berdoa semoga tidak. digunakan, ”katanya.

Oded memastikan Pemprov Bandung masih bisa mengendalikan pandemi Covid-19. Meski ada tambahan kasus, namun sudah ditangani dengan baik agar tingkat kewaspadaan Kota Bandung tetap berada di zona amber.

“Saat ini Kota Bandung berada di Zona Oranye. Artinya, risikonya sedang. Angka reproduksi saat ini 0,81 atau kurang dari 1. Artinya kasus Covid-19 masih terkendali. “, apakah dia menyatakan. [ded]

.


Source link

Check Also

Polisi mengamankan puluhan peserta demonstrasi tunggal

Warta.top – Polisi Surakarta telah mengamankan puluhan orang yang akan berdemonstrasi di kawasan Manahan, Solo, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *