Home / peristiwa / Jember, Wakil Ketua Daftar Petahana, Pilkada di KPU, DPRD Ancam Cabut Menteri Dalam Negeri

Jember, Wakil Ketua Daftar Petahana, Pilkada di KPU, DPRD Ancam Cabut Menteri Dalam Negeri

Warta.top – Pansus Pilkada (Pansus) DPRD Jember akan menggelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jember pada Selasa (8/9) besok. Panggilan tersebut dimaksudkan untuk mengonfirmasi proses yang dilakukan Bawaslu kepada Wakil Bupati Jember Muqit Arief saat hadir mendampingi Bupati Faida mendaftarkan Pilakda di KPU setempat, Minggu (6/9) lalu.

“Ini sangat memprihatinkan, karena kemarin jelas Wakil Bupati hadir. Seharusnya ini diduga melanggar aturan,” kata Ketua Pansus Pilkada dan Ketua DPRD Jember Itqon Syauqi saat ditemui. dikonfirmasi merdeka.com, Senin (7/9).

Tak hanya menyampaikan, Muqit juga masuk ruang pencatatan KPU Jember kemarin. Padahal, sesuai aturan, ruang ini hanya bisa dimasuki oleh pasangan calon dan tim sukses pasangan calon.

“Kami ingin aturan diterapkan untuk semua peserta pemilu, persamaan di depan hukum,” kata Itqon.

DPRD Jember, lanjut Itqon, menilai penegakan aturan itu penting. Bukan hanya karena Muqit menyambutnya, tetapi juga karena posisi yang akan diduduki Muqit dalam beberapa hari. Sebagai wakil bupati, Muqit akan menjadi bupati sementara menggantikan Faida yang akan cuti sementara untuk masa kampanye.

“Netralitas sangat penting bagi penjabat bupati. Kalau misalnya Bawaslu tidak bisa bertindak tegas, kami akan melaporkan masalah dugaan non-netralitas kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian,” kata politikus itu. dari PKB.

Pantauan merdeka.com, Ahad pekan lalu, Muqit memasuki ruang pendaftaran KPU dengan menggantungkan kartu tim Liaison Officer (LO) calon Faida-Vian yang dikeluarkan KPU Jember. Namun, saat diinterogasi wartawan, Muqit yang hadir bersama istrinya membantah masuk tim sukses Faida-Vian.

“Saya hanya seorang teman,” kata Muqit dengan ramah saat meninggalkan tim media.

Saat dikonfirmasi, Faida juga menyebut Muqit bukan anggota tim kampanyenya. “Dia saudara. Karena kita punya komitmen yang sama,” kata Faida.

Saat dikonfirmasi usai proses pendaftaran, Ketua KPU Jember Muhammad Syaiin menjelaskan, ruang pendaftaran KPU hanya bisa dimasuki pasangan pelamar dan tim pelamar.

Namun siapa pun yang bisa masuk ke ruangan itu, KPU akan mengembalikan seluruhnya kepada tim Paslon. “Kami hanya membagikan kartu untuk masuk. Kalau diundang masuk, maka otomatis dia adalah tim pasangan calon,” kata Syaiin.

Anggota Bawaslu Jember, Ali Rahmad Yanuardi yang ikut memantau proses pendaftaran, mengaku baru mengetahui masuknya Muqit hingga rombongan Faida-Vian keluar. Kantor KPU Jember. Bawaslu menegaskan, pada dasarnya semua pasangan calon harus diperlakukan sama, mulai dari yang terkecil, oleh KPU.

“Untuk itu, kami pertimbangkan dulu apakah itu melanggar atau tidak,” kata pria yang akrab disapa Yayan ini. [cob]

.


Source link

Check Also

Polisi yang Sombong Menggunakan Airsoft Gun Saat Mengemudi Mobil

Warta.top – Polda Kalimantan Selatan menangkap seseorang yang bertingkah seperti koboi, mengibarkan sesuatu yang mirip …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *