Home / peristiwa / Gubernur dan Forkopimda melakukan vaksinasi NTB tahap pertama pada 14 Januari

Gubernur dan Forkopimda melakukan vaksinasi NTB tahap pertama pada 14 Januari

Warta.top – Gubernur Nusa Tenggara Barat H Zulkieflimansyah serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan divaksinasi Covid-19 pada tahap pertama.

“Kami sedang rapat persiapan soal ini,” kata Kepala Dinas Kesehatan NTB Dr Nurhandini Eka Dewi kepada Mataram, Rabu (6/1), seperti dilansir Antara.

Vaksinasi awal di tingkat pusat akan dilakukan secara simbolis pada 13 Januari. Presiden Joko Widodo akan menjadi orang pertama yang divaksinasi.

Selain itu, pada 14 Januari serentak di 34 provinsi juga akan dilakukan vaksinasi, antara lain Kepala Daerah, Forkopimda, tokoh agama dan masyarakat secara simbolis sebanyak 10 orang, termasuk juga Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah.

Kami mengetahui sebanyak 28.760 botol vaksin Covid-19 tiba di NTB, sekitar pukul 10.30 WITA, Selasa (5/1). Puluhan ribu botol vaksin diperuntukkan bagi petugas kesehatan, yang awalnya berjumlah sekitar 14.000 orang. Vaksinasi tahap pertama dimulai pada Januari – Maret 2020.

Eka Dewi mengatakan, puluhan ribu botol vaksin dikemas dalam 15 paket. Kedatangan vaksin diawasi secara ketat oleh Brimob Polda NTB dari bandara hingga kedatangannya di Dinkes NTB Mataram.

“Jadi sesuai nota pengiriman, pengiriman vaksin Covid-19 sebanyak 15 bungkus dengan total 28.760 vial. Itu untuk 14.000 orang, karena setiap orang bisa mendapat dua vaksin atau dua suntikan,” ujarnya. -dia berkata.

Dr Eka mengatakan total tenaga kesehatan yang akan menerima vaksin virus corona di Provinsi NTB sebanyak 30.000 orang. Namun dari jumlah tersebut, masih ada sekitar 5.000 tenaga kesehatan yang belum masuk ke sistem informasi SDM kesehatan.

Dinas Kesehatan NTB akan memprioritaskan tenaga kesehatan yang bekerja di rumah sakit rujukan primer dan sekunder. Vaksin akan didistribusikan ke kabupaten / kota sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pasalnya, provinsi NTB termasuk dalam wilayah distribusi vaksin gelombang kedua.

“Sebelum vaksin disuntikkan, puluhan ribu petugas kesehatan akan disaring terlebih dahulu untuk melihat apakah memenuhi syarat atau tidak. Karena ada 12 penyakit yang diderita seseorang, maka tidak boleh divaksinasi. riwayat autoimunitas, hipertensi, diabetes melitus, HIV dan beberapa penyakit lainnya.

“Sebelum tanggal pelaksanaan, kami juga akan melakukan skrining karena ada 12 penyakit yang tidak bisa divaksinasi. Kami akan memastikan seluruh petugas kesehatan kami memang memenuhi persyaratan untuk divaksinasi, ”ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah NTB yang juga Wakil Ketua Pokja HIV-19 HL NTB Gita Ariadi mengatakan, vaksinasi merupakan salah satu bentuk upaya dalam rangka pengelolaan, pengendalian dan akhir pandemi.

“Untuk itu mengedukasi masyarakat sebelum vaksinasi penting dilakukan agar masyarakat sadar ingin divaksinasi vaksin Covid-19,” ujarnya.

Selain itu, Sekda NTB mengaku siap mendapatkan vaksin terlebih dahulu bersama petugas kesehatan lainnya sebagai motivasi bagi masyarakat.

“Saya sendiri siap divaksinasi tahap pertama,” ujarnya. [bal]

.


Source link

Check Also

Donor plasma di Kediri, PMI bisa mendapatkan 2 kantong dari penderita Covid-19

Warta.top – Jumlah penderita Covid-19 yang menjadi pendonor plasma darah di Kota Kediri meningkat dua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *