Home / peristiwa / Diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, kunjungan istri walikota Medan dalam tur di Jepang

Diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, kunjungan istri walikota Medan dalam tur di Jepang

Senin 11 November 2019 19:59
reporter: independen

KPK © 2017 Warta.top/Dwi Narwoko

Warta.top – Investigator Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerang Rita Maharani Dzulmi Eldin tentang perjalanan bisnis ke Jepang dengan suaminya, walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin yang tidak aktif. Dalam perjalanan ini, mereka membawa keluarga mereka ke Jepang.

Para penyidik ​​menyerang Rita selama interogasi sebagai saksi terkait dugaan korupsi terkait dengan proyek dan posisinya di lingkungan pemerintah kota Medan selama Tahun fiskal 2019. Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan tersangka Isa Ansyari.

"Para penyelidik sedang memeriksa para saksi atas nama Rita Maharani Dzulmi Eldin untuk mencari informasi tentang perjalanan resmi ke Jepang yang diikuti oleh para saksi," kata Plh. Ketua komite hubungan masyarakat KPK Chrystelina GS di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (11/11).

Para penyelidik menyelidiki siapa yang akan membantu melakukan perjalanan ke negeri matahari terbit.

"Para penyelidik juga mencari informasi tentang siapa yang mendanai perjalanan resmi," simpul Chrystelina.

1 dari 2 halaman

KPK memeriksa hak asasi manusia Menkum HAM Yasonna Laoly

Tim investigasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menjadwalkan peninjauan terhadap direktur PT Kani Jaya Sentosa, Yamitema Laoly, dalam kasus dugaan korupsi proyek dan jabatan. di lingkungan pemerintah kota Medan selama tahun fiskal 2019.

Putra Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna H. Laoly, akan diperiksa sebagai saksi untuk melengkapi dokumen investigasi kantor RPPU Medan, Isa Ansyari.

"Orang yang bersangkutan (Yamitema Laoly) akan diperiksa sebagai saksi AI yang mencurigakan (Isa Ansyari)," kata Plh. Kepala kantor hubungan masyarakat KPK, Chrystelina GS, dikonfirmasi pada hari Senin, 11 November.

Selain Yamitema, penyelidik juga berencana memeriksa istri walikota Medan yang tidak aktif, Tengku Dzulmi Eldin, Rita Maharani Dzulmi Eldin. Rita juga akan diwawancarai sebagai saksi terhadap tersangka Isa Ansyari.

Rita sendiri mengisi surat panggilan dari para penyelidik dari agen anti-profit ini. Rita memasuki ruang ujian KPK sekitar pukul 10:00 pagi WIB. Meski Yamitema masih belum terlihat di gedung KPK.

Dalam hal ini, KPK menunjuk Walikota Medan Tengku Dzulmi Eldin (TDE) sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait dengan proyek dan posisinya di lingkungan pemerintah. Kota Medan selama tahun fiskal 2019.

2 halaman di 2

Dua birokrat juga terperangkap

Selain Dhulmi, KPK juga menjebak dua orang lainnya, yaitu Isa Ansyari (IAN), markas PPRP Medan, dan Syamsul Fitri Siregar (SFI), yang bertanggung jawab atas protokol kota Medan.

Dhulmi diduga menerima suap untuk menutupi kelebihan perjalanan resmi walikota ke Jelang. Selama perjalanan bisnis, Dhulmi membawa keluarganya dan beberapa kepala departemen. Dzulmi dan keluarganya memperpanjang masa tinggal tiga hari mereka di Jepang di luar waktu perjalanan resmi.

Karena keterlibatan pihak yang tidak berwenang, biaya perjalanan resmi untuk walikota tidak dapat dipertanggungjawabkan atau dibayar dengan dana APBD.

Grup perjalanan kemudian menagih pembayaran ke Dhulmi. Dzulmi kemudian bertemu dengan Syamsul dan memerintahkannya untuk mencari dana dan menutupi perjalanan ke Jepang senilai sekitar 800 juta rupee.

Syamsul kemudian menyusun daftar target untuk para kepala dinas kepada siapa dana akan diminta, termasuk dari para eksekutif yang mengunjungi Jepang dan Isa, meskipun mereka tidak pergi ke Jepang. .

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

(Fik)

(tagsToTranslate) OTT Medan Walkot (t) KPK (t) kasus korupsi (t) Jakarta


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *