Home / peristiwa / Dihukum seumur hidup, mantan manajer umum Jiwasraya mengajukan banding

Dihukum seumur hidup, mantan manajer umum Jiwasraya mengajukan banding

Warta.top – Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) 2008-2018, Hendrisman Rahim mengajukan banding atas keputusan majelis hakim pengadilan pidana tersebut. Korupsi (Tipikor) Jakarta memberinya hukuman seumur hidup.

Majelis hakim Pengadilan Tipikor sebelumnya menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada Hendrisman karena terbukti melakukan. Korupsi kerugian keuangan negara sebesar Rp 16.807 miliar dalam kasus korupsi pengelolaan dana dan penggunaan dana investasi pada PT Asuransi Jiwasraya (Persero) selama sidang digelar Senin (12/10).

“Kami akan naik banding,” kata kuasa hukum Hendrisman Maqdir Ismail, dihubungi di Jakarta, Selasa (13/10).

Maqdir mengaku terkejut dengan putusan yang dijatuhkan kepada kliennya. Hendrisman bahkan mempertanyakan putusan itu di persidangan.

“Sejujurnya saya kaget ketika disebutkan bahwa hukuman yang diberikan kepada pak Hendrisman adalah hukuman seumur hidup. Begitu pula Pak Hendrisman begitu kaget sampai bertanya kepada saya, apa maksudnya ‘hukuman seumur hidup? ” Kata Maqdir.

Vonis itu lebih berat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung yang meminta Hendrisman divonis 20 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. .

“Saya katakan itu artinya hukuman berakhir jika terpidana meninggal dunia,” tambah Maqdir.

Bahkan, menurut Maqdir, dia tidak mendengar dari pertimbangan hakim bahwa tindakan Hendrisman yang sebenarnya begitu penting hingga pantas dijatuhi hukuman seumur hidup.

“Selain itu, putusan yang ditulis terbalik, hakim efektif memvonis terdakwa bersalah, kemudian mempertimbangkan pembela dan permintaan jaksa, mendengarkan pertimbangan hakim, yang sangat mengecewakan,” kata Maqdir. .

Menurutnya, banyak argumen dari dia dan kliennya yang tidak dibacakan dan bahkan tidak dipertimbangkan.

“Dalam benak saya, berdasarkan putusan ini, apa ‘kebohongan’ yang perlu disembunyikan dalam hukuman seumur hidup ini. Setahu saya, putusan dalam kasus suap yang diubah menjadi seragam baru untuk kasus ini, terlepas dari peran orangnya, hukumannya harus sama, hukuman seumur hidup, ”kata Maqdir.

Selain Hendrisman, tiga orang tergugat lainnya yaitu Direktur Keuangan Jiwasraya Periode Januari 2013-2018 Hary Prasetyo, Kepala Divisi Investasi dan Keuangan Jiwasraya 2008-2014 Syahmirwan dan Direktur PT Maxima Integra Joko Hartomo Tirto juga dihukum penjara seumur hidup.

“Pak Hendrisman, misalnya, dituntut 20 tahun, itu sangat mengejutkan kami. Selain itu, hakim memutuskan untuk menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup yang seragam, termasuk Syahmirwan yang divonis 18 tahun yang juga divonis seumur hidup. sebagai bentuk tirani atas nama polisi. Padahal ini faktanya, ”jelas Maqdir.

Majelis hakim yang diketuai Susanti Arsi Wibawani mengatakan, tindakan Hendrisman, Hary, dan Syahmirwan dilakukan secara bersama-sama sehingga wajar diberikan hukuman yang sama bagi ketiganya.

“Termohon bukanlah pengambil keputusan sembarangan dan bukan orang baru di bidang asuransi dan pasar modal dengan rekam jejak yang luar biasa. Hal ini menunjukkan bahwa tergugat merupakan sumber daya manusia unggul yang patut diapresiasi karena telah menyelamatkan jaminan Jiwasraya dari keterpurukan. Tapi, tergugat terjebak pada kepentingan pribadi, jadi wajar saja ketiganya dijatuhi hukuman yang sama, ”kata hakim.

Hakim juga mengatakan bahwa dari perbuatannya Hendrisman mendapat manfaat berupa:

1. Kas sebesar Rp 875.810.680 dan saham PCAR sebanyak 1.013.000 saham dengan nilai Rp 4.590 / saham pada tanggal 24 Januari 2019 dengan nilai Rp 4.649.670.000, sehingga nilainya total mencapai Rp5.525.480.680;

2. Tiket perjalanan ke London bersama istrinya Lutfiyah Hidayati pada November 2010. [gil]

.


Source link

Check Also

Pidato terbuka dengan GP Anshor, Menteri Luar Negeri AS berbicara tentang demokrasi

Warta.top – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membuka pidato tentang topik demokrasi. Hal tersebut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *