Home / peristiwa / Dianggap mampu menangkal Corona, para ibu menjadi korban dukun abal-abal

Dianggap mampu menangkal Corona, para ibu menjadi korban dukun abal-abal

Warta.top – Tujuh perempuan yang tinggal di Gebang, Kota Tangerang, menjadi korban pelecehan seksual dukun itu. Para ibu ini menjadi korban penganiayaan para dukun setelah mengaku bisa menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk menangkal virus Corona.

Para korban kemudian melaporkan tindakan penyerang ke Polsek Jatiuwung, Polda Metro Tangerang Kota. polisi sekarang mencari dukun palsu.

“Ada 7 perempuan yang melapor ke Polsek Jatiuwung, biasanya ibu-ibu. Dia merasa dirugikan karena ulah dukun itu,” kata Kepala Reserse Kriminal Polsek Jatiuwung, Kamis. Polsek Jatiuwung, AKP Zazali.

Kejahatan seks tersebut, lanjut Zazali, berawal dari tawaran dukun kepada sejumlah warga Gebang. Terlapor menawarkan diri untuk bisa mengobati berbagai penyakit.

“Termasuk yang ditakuti saat ini, yakni Corona,” ujarnya.

Menurut informasi sementara, berdasarkan keterangan korban, perbuatan cabul dukun itu dilakukan saat korban hendak dirawat dengan cara mandi dan dilumuri minyak.

“Jadi korban disuruh mandi dan saat mandi korban dilumuri minyak oleh orang tersebut. Saat dioleskan minyak korban menganiaya payudara dan alat kelamin korban. “, dia berkata.

Dalam setiap pengobatan, dukun tidak mematok harga resmi. Para korban hanya diminta mengganti pembelian minyak untuk proses terapi.

“Uang juga diminta untuk gaji pengobatan. Belum pasti, ada Rp 50.000, – 200 hingga Rp 500.000. Uang itu sebagai pengganti untuk pembelian minyak,” ucapnya. dia berkata.

Sekarang polisi masih mencari dukun, yang alamatnya baru saja ditemukan. “Sampai nanti, pernyataan selanjutnya adalah nanti kita bisa mengamankan dukun ini,” ujarnya. [gil]

.


Source link

Check Also

Pidato terbuka dengan GP Anshor, Menteri Luar Negeri AS berbicara tentang demokrasi

Warta.top – Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo membuka pidato tentang topik demokrasi. Hal tersebut …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *