Home / peristiwa / Desa wisata Penglipuran Bali kembali dibuka setelah ditutup sejak Maret lalu akibat pandemi

Desa wisata Penglipuran Bali kembali dibuka setelah ditutup sejak Maret lalu akibat pandemi

Warta.top – Objek wisata Desa Penglipuran, Kabupaten Bangli, Bali, akhirnya dibuka kembali. Objek wisata tersebut telah dibuka kembali setelah ditutup sejak 18 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19.

Bendesa Adat Penglipuran, I Wayan Supat mengatakan, pembukaan obyek wisata Desa Penglipuran usai mengadakan pertemuan di desa adat dan akhirnya disepakati untuk dibuka pada Sabtu (17/10) besok.

“Iya mulai besok tanggal 17. Kemarin tanggal 14 Oktober kita rapat di kampung adat, lalu disepakati buka,” kata Supat dihubungi, Jumat (16/10).

Dijelaskannya, hari ini juga merupakan hari baik yaitu tilem atau hari suci, serta melaksanakan shalat secara rutin. “Setiap bulan purnama di bulan tilem, kami berdoa. Semoga rencana dan pekerjaan yang telah kita capai selalu mendapat ridho Yang Maha Kuasa, ”tandasnya.

Supat menambahkan, perbedaan aturan wisatawan di tempat wisata di Desa Penglipuran dengan pandemi Covid-19 tentunya berbeda. Yakni dengan menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran Kementerian Pariwisata dan Pemerintah.

“Bedanya sebelum pandemi Covid-19, kami mengizinkan semua turis masuk. Tidak ada pengukuran suhu, tidak ada yang menjaga jarak dan memakai masker,” ujarnya. dia menyatakan.

“Selama pandemi ini kita menerapkan protokol kesehatan. Pakai masker, suhu harus diukur dulu, kalau suhunya di atas 37,3, kita tolak sesuai protokol kesehatan yang dipimpin oleh Kementerian Pariwisata atau Pemerintah. “, dia melanjutkan.

Sedangkan bagi penguasa untuk menjaga jarak satu meter bagi wisatawan yang berkunjung, tentu pihaknya juga akan. Lalu bila banyak turis yang datang, akan dibatasi dulu.

“Misal 100 orang, kalau lebih dari 100 orang akan kita tunda dulu agar tidak terburu-buru. Ini contoh. Nanti arahan yang mengatur yang penting itu kita selalu ikuti protokol kesehatan, ”katanya.

“Pelingpuran sudah tutup sejak 18 Maret, diharapkan di tengah pandemi Covid-19 cepat berlalu. Dengan dibukanya kembali pariwisata menjadi salah satu kegiatan masyarakat kita, otomatis dari sudut pandang. ekonomi, sangat menguntungkan. Terbukanya relaksasi ekonomi di desa kami bisa berjalan kembali “, kata Supat. [gil]

.


Source link

Check Also

Pelanggaran PSBB, puluhan terapis dan pijat orang tua mengamankan Satpol PP Tangsel

Warta.top – Puluhan terapis dan kliennya diamankan oleh Unit polisi Pamong Praja Kota Tangerang Selatan, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *