Home / peristiwa / BNN, kota Tasikmalaya, membawa bukti penggerebekan yang dilakukan di rumah-rumah produsen obat

BNN, kota Tasikmalaya, membawa bukti penggerebekan yang dilakukan di rumah-rumah produsen obat

Warta.top – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya telah mengangkut sejumlah bahan baku dan peralatan untuk produksi narkotika PCC (parasetamol, kafein, karisoprodol) dari sebuah rumah di kota Jalan Syech Abdul. Muhyi, Kamis (28 Agustus), Kecamatan Gunung Gede, Kabupaten Kawalu, Kabupaten Kawalu / 11). Semua artikel akan dianggap sebagai bukti produksi dan distribusi narkotika yang diungkapkan oleh BNN pada Selasa (26/11).

"Bukti dalam bentuk pil PCC siap untuk didistribusikan dan bahan bakunya akan dikirim ke kantor BNN di alamat berikut: Jakarta, sementara sejumlah mesin produksi akan dibawa ke gudang barang sitaan (Rumpasan) Bandung. Kami membawa semua bukti hari ini, "kata Kepala BNN Kota Tasikmalaya, Tuteng Budiman, Kamis (26/11).

Berdasarkan hasil pengumpulan data sementara BNN, ada sekitar 300.000 DDP siap pakai dan jumlah bahan baku yang sama. Sejumlah paket dalam bentuk tas bahan baku kimia yang dibawa membawa tulisan "buatan China" yang menyatakan bahwa barang-barang tersebut dapat diperoleh dari luar negeri.

Untuk peralatan produksi, setidaknya beberapa fasilitas produksi aman, mulai dari mesin cetak obat, mixer, oven, peralatan pers dan pengemasan, kompresor, label dan plastik. untuk kemasan pil PCC.

Berdasarkan pemantauan lokasi, sejumlah bahan baku dan PPC siap didistribusikan oleh truk.

Tuteng mengatakan bahwa ketika pengangkutan barang bukti akan selesai, lokasi akan segera disterilkan dan dikembalikan ke pemilik tanah.

"Mesin sumpit akan dibiarkan dan tidak dibawa karena tidak ada hubungannya dengan produksi narkotika, itu hanya kamuflase," katanya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) dan tim gabungannya menggeledah rumah Kampung Awilega RT 002 RW 08, Desa Gunung Gede, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Selasa (26/11). Rumah yang digunakan sebagai pabrik sumpit itu menjadi subjek pencarian karena digunakan untuk memproduksi narkotika PCC (parasetamol, kafein, carisoprodol).

Inspektur Jenderal Pol Arman Depari, wakil dari Divisi Pemberantasan BNN, mengatakan bahwa pabrik pembuatan pil PKC telah beroperasi sejak lama.

"Kelompok ini adalah hasil dari informasi sementara yang telah bekerja selama setidaknya satu tahun," katanya, Rabu (27/11).

Arman mengatakan bahwa mereka yang diserang di kota Tasikmalaya bukan satu-satunya pabrik yang diserang oleh tim gabungan BNN, Polri dan TNI. Dia menambahkan bahwa partainya juga mengungkapkan kegiatan serupa di wilayah Jawa Tengah, termasuk Purwokerto dan Cilacap. (DED)

(TagsToTranslate) Kasus Narkotika (t) Tasikmalaya


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *