Home / peristiwa / Bea cukai mengungkapkan kasus rokok ilegal di Riau yang merugikan negara 2,5 miliar rupee

Bea cukai mengungkapkan kasus rokok ilegal di Riau yang merugikan negara 2,5 miliar rupee

Warta.top – Kantor regional Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Riau telah menemukan kasus perdagangan rokok ilegal di Kabupaten Indragiri Hilir, dengan bukti lebih dari lima juta item rokok. . Rokok ilegal harganya sekitar 2,5 miliar rupee di negara ini.

"Potensi kerugian negara melebihi Rs 2,5 miliar," kata kepala kantor regional DJBC untuk Riau, Ronny Rosfyandi, seperti dilansir Antara, Kamis (21/11).

Ronny menjelaskan, ada dua tersangka dalam kasus tersebut, yaitu inisial D dan W. Penangkapan tersangka merupakan pengembangan kasus yang diungkapkan oleh tim gabungan Kolombia Inggris dan TNI September lalu.

"Tersangka D adalah target operasi bea cukai, tersangka D telah memasok rokok ilegal setidaknya selama tiga tahun dan omzetnya sudah mencapai 500 karton per minggu," katanya. dia menjelaskan.

Suspect D memiliki 552 karton rokok ilegal yang berisi lebih dari lima juta batang rokok, yang telah menjadi pemasok.

"Tersangka D sebagai pemilik 552 karton rokok ilegal diamankan di Jakarta setelah turun dari pesawat, "kata Ronny.

1 dari 1 halaman

Rokok ilegal diduga diproduksi di Vietnam

Dia menjelaskan bahwa rokok ilegal merugikan negara karena tidak ada cukai. Rokok disita dari dua tersangka, merek Luffman dan H-Mind Bold. Rokok ilegal disita dari gudang milik tersangka D di desa Tanjung Jaya, Kecamatan Kritang, Kabupaten Indragiri Hilir dan Dusun Masat RT / RW 001/002, di daerah persimpangan timur. Sumatra.

Menurut informasi, rokok tanpa strip cukai biasanya diproduksi di Vietnam, kemudian dikirim ke Singapura, lalu ke Batam, di provinsi Kepulauan Riau. Dari sana, penulis menggunakan speedboat untuk mengimpor rokok ilegal ke Indragiri Hilir, Riau.

Tim gabungan menangkap D setelah sebelumnya menangkap tersangka W, yang telah menjual rokok ilegal di pasar. Menurut bukti, ada kecurigaan kuat bahwa tersangka W digunakan untuk membeli dan menjual rokok ilegal kepada tersangka D.

Jumlah total rokok ilegal yang diperoleh adalah 5.578.600 batang. Kedua tersangka didakwa dengan UU No. 39/2007 yang mengamandemen UU No. 11/1995 tentang Cukai, Pasal 54 dan 56. Ancaman hukuman adalah hukuman penjara. satu hingga sepuluh tahun dan denda paling sedikit dua kali lipat dari nilai cukai dan maksimum 10 kali lipat dari nilai cukai yang seharusnya dibayarkan.

"Selain peredaran rokok ilegal yang mengganggu pendapatan negara, unsur ini tidak pernah diverifikasi oleh bahan-bahan yang membentuknya, sehingga konsumen rokok ilegal sangat berbahaya bagi kesehatan, "simpul Ronny.

(Fik)

(tagsToTranslate) Rokok ilegal (t) Bea Cukai (t) Jakarta


Source link

Check Also

Komisi X DPR memberikan banyak "pekerjaan rumah" kepada Nadiem Makarim

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo Warta.top – Seorang anggota Komisi X DPR memberikan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *