Home / peristiwa / Bamsoet menyarankan warga sipil memegang pistol, kekhawatiran PDIP tentang preman jalanan

Bamsoet menyarankan warga sipil memegang pistol, kekhawatiran PDIP tentang preman jalanan

Warta.top – Anggota DPR Fraksi PDI-P Hendrawan Supratikno mengatakan gagasan Ketua MPR Bambang Soesatyo bahwa warga sipil harus memegang senjata untuk membela diri perlu studi yang cermat. Dia takut komunitas itu akan menjadi koboi jalanan.

“Gagasan yang menarik, tetapi yang tentu saja memicu kelebihan dan kekurangan. Dalam konteks kami, itu harus dianggap lebih tenang, karena dampaknya akan penting, karena masyarakat akan lebih individualistis, akan cenderung melahirkan ‘masyarakat dari “Koboi atau preman jalanan,” kata Hendrawan, Minggu (2/7).

Menurutnya, tidak banyak prasyarat atau kondisi yang dapat dijadikan dasar bagi warga sipil untuk memegang senjata untuk pertahanan diri. Lebih baik, saat ini fokus pada perang melawan virus Covid-19.

“Prasyaratnya belum terpenuhi. Jadi masih lama. Kami ‘mempersenjatai’ orang untuk fokus pada Covid-19 dulu,” katanya.

Hendrawan juga berbicara tentang kepemilikan senjata di negara maju. Dari perizinan yang ketat, tingkat pendidikan publik yang tinggi, dan penegakan hukum yang memuaskan.

“Di negara maju yang memungkinkan kepemilikan senjata, lisensi dengan persyaratan ketat, ada data unik dan terintegrasi, tingkat pendidikan publik cukup tinggi, dan penegakan hukum telah mencapai indeks yang memuaskan, ”pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua MPR Indonesia Bambang Soesatyo mengatakan, Kapolri polisi Idham Azis harus mempertimbangkan jenis peluru kaliber 9mm untuk membela warga sipil yang telah memenuhi persyaratan kepemilikan senjata.

Bamsoet mengatakan bahwa dalam Peraturan Kepala Kepolisian (Perkap) No.18 tahun 2015 mengatur jenis senjata api amunisi hidup yang dapat dimiliki, yang terbatas pada 12 senapan dan pistol GA. 22, 25 dan 32 pengukur.

“Faktanya, di banyak negara dia diizinkan menggunakan pistol kaliber 9mm. Mungkin kepala polisi nasional dapat mempertimbangkan merevisi Perkap,” kata Bamsoet yang dikutip kepada Antara, Minggu (2/2) 8). [did]

.


Source link

Check Also

Sejumlah santri asal Bengkulu dilarikan ke rumah sakit karena dicurigai keracunan

Warta.top – Sebanyak 122 santri Pondok Pesantren Hidayatul Qomaryah Kota Bengkulu dilarikan ke rumah sakit. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *