Home / peristiwa / Badan Simulasi Pilkada Ketua KPU menyoroti lamanya proses pemungutan suara TPS

Badan Simulasi Pilkada Ketua KPU menyoroti lamanya proses pemungutan suara TPS

Warta.top – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman mencatat ada sejumlah penilaian dalam simulasi pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara Daerah (TPS) secara serentak. Salah satunya adalah lamanya proses pemungutan suara dan potensi kehadiran di TPS.

“Ini simulasi ketiga, simulasi pertama yang kami jalankan di kantor KPU. Salah satu catatan kami adalah kami mengimbau pemilih datang pada waktu yang berbeda, padahal jangka waktu yang ditentukan undang-undang mencapai 13. Jam harus diperhatikan. Kita sudah lihat keramaian terjadi antara pukul 09.00 hingga 10.00, “kata Arief Budiman di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Sabtu (12/9).

Simulasi pemungutan suara ini berlangsung di lapangan PTP Cilenggang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan. Berdasarkan pantauan pelaksanaan simulasi ketiga ini, lanjut Arief, adalah lamanya waktu melayani pemilih antara memasuki TPS hingga memberikan suara untuk memberikan suara. Tinta pemilu sebagai tanda pemilih telah memilih.

“Kemudian di note kedua, mungkin sebagian dari kita sudah tidak terbiasa memakai sarung tangan dan ada pula yang dalam waktu lama. Saya tidak tahu bahwa penilaian akan dilakukan sore hari. Beberapa simulasi diberikan dalam bentuk tertutup, ada pula yang dibuka terlebih dahulu, maka di setiap TPS yang kita simulasikan ada beberapa model, disini kita diteteskan (tinta), ada pula yang dilapisi Mungkin nanti ada dua simulasi lagi dan baru selesai, ”kata Arief.

Ketua Bawaslu Abhan menegaskan, simulasi yang dilakukan bisa jadi merupakan perbaikan yang bisa diterapkan nanti pada pemilu 9 Desember mendatang.

“Mudah-mudahan simulasi ini sedetik sampai yang ketiga dan masih banyak lagi, tentunya harus ada beberapa perbaikan yang tentunya akan diterapkan dalam kondisi pemilu tanggal 9. Saya kira begitu hari ini ada perubahan penting, terkait halangan antrian, saya masih lihat yang kedua. Ada batas antrian, ada batasnya, lalu ada batasnya ‘satu meter tertulis,’ kata Abhan.

Selama periode pandemi ini, lanjutnya, simulasi yang dilakukan dalam berbagai kesempatan bisa masuk dalam aturan KPU. Sehingga saat melaksanakan pada hari pemungutan suara, masyarakat akan semakin percaya diri untuk terhindar dari penyebaran Covid-19.

“Kami berharap bisa direvisi lagi, menjadi bagian dari PKPU. Sehingga pembatas ini bisa terwujud di KPU 1 meter-1 meter. Sehingga tidak menumpuk di pintu masuk ini,” ucapnya. Abhan.

Catatan lain dari Bawaslu, adalah beban kerja agen KPPS mulai dari persiapan voting dan persiapan protokol Covid-19 dengan pengecekan suhu tubuh, dll.

“Ucapan kedua kami, di antara 7 petugas KPPS, memang ada beban yang berat. Pada KPPS pertama, KPPS pertama ini ada denda pilkada, sehingga pemilih didaftarkan di daftar DPPT-nya kemudian dilakukan pengecekan KTP dan lain sebagainya, namun ada beban tambahan yang harus mereka ukur thermogun lalu menyarankan hand sanitizer, ”jelasnya. [cob]

.


Source link

Check Also

Data 27 September 2020 sebanyak 15.298 penderita Covid-19 di perkampungan atlet sembuh

Warta.top – Kepala Bagian Penerangan Kogabwilhan I Kolonel Marinir Aris Mudian mengatakan, pasien dinyatakan sembuh …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *