Home / peristiwa / Asyiknya Nyimeng, kurir ganja seberat 6kg disergap BNNK Badung

Asyiknya Nyimeng, kurir ganja seberat 6kg disergap BNNK Badung

Warta.top – Tim penanggung jawab pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNNK) di Badung, Bali, menangkap penyelundup dan penyelundup narkoba yang kedapatan memiliki sekitar 6 kg ganja kering.

Penulis berinisial JA (40) beralamat di Jalan Raya Tumbak Bayuh, Kecamatan Mengwi, Badung, Bali, dan seorang dealer berinisial MS (66) yang berdomisili di Banjar Nyanyi, Desa Braban, Kabupaten Badung, Bali.

“Buktinya kita sudah menyita sekitar 6 kilogram ganja,” kata Ketua AKBP BNN Kabupaten Badung Nyoman Sebudi, di BNNK Badung, Bali, Rabu (9/9).

Pengungkapan hal ini bermula saat agen BNNK Badung mendapat informasi dari masyarakat melalui aplikasi QR Code BNNK Badung bahwa sering terjadi peredaran jenis narkotika ganja di sekitar Pantai Pererenan, Mangening, Cemagi. di Kabupaten Badung, Bali.

Selain itu, petugas melakukan penyidikan dan pengawasan pada Senin (7/9) dan pada hari itu pelaku JA berada di kawasan Pantai Parerenan. Selanjutnya, pelaku menuju SPBU di kawasan Pererenan dan mendapatkan paket berupa tas berwarna hijau muda dari perusahaan jasa pengiriman. Kemudian pelaku menghampiri motornya dan langsung dihentikan oleh petugas BNNK Badung.

Selain itu, petugas menggeledah pelaku dan memeriksa tas barang. Saat diperiksa, bagian dalam tas berisi pakaian bekas yang digunakan untuk menyamarkan lima bungkus mariyuana kering.

Kelima bungkus ganja itu beratnya 4.962,01 gram gross atau 4.831,27 net, “tambahnya.

Saat ditanyai, penulis JA mengaku bahwa ganja tersebut akan dibawa kepada seseorang berinisial MS yang tinggal di rumah kayu di antara persawahan di Banjar Nyanyi, Desa Braban, Kabupaten Badung, Bali.

Selain itu, petugas BNNK Badung langsung mendatangi lokasi kejadian dan langsung menangkap pelaku serta melakukan penggeledahan dan ditemukan barang bukti berupa 7 paket ganja dengan total berat 911,98 gram. gross atau 889, 31 gram net yang sudah disimpan di atas tutup.

“Jadi kaitannya JA itu kurir. Namun, saat kami tangkap dia juga pakai mariyuana, jadi dia ditipu. Kami wawancarai dan ketahuan siapa yang memerintahkan dia adalah MS,” jelas AKBP Sebudi.

Selain itu, menurut informasi penulis, mereka memperoleh barang ilegal dari Medan di Sumatera Utara dengan mengirimkannya melalui jasa penyimpanan barang.

“Dia dapat dari Medan. Jadi jaringan Medan yang dikirim melalui salah satu paket penyimpanan kargo. Jadi dia kirim ke sana lalu diterimanya,” ujarnya. -dia menyatakan.

Pihaknya juga mengindikasikan bahwa pengarang JA’s daily work adalah serabutan. Sedangkan pelaku MS adalah pelukis.

“MS itu pekerja seni, dia menggunakan mariyuana untuk membuat sugesti dan imajinasi, agar bisa melukis dengan baik, dia menggunakan mariyuana,” ujarnya.

Terlepas dari itu, pengakuan pelaku mereka
sudah menerima kiriman mariyuana mulai April 2019. Setiap pengapalan mengaku menerima gaji antara Rs 2 hingga 3 juta untuk setiap orang yang mengambil barang ilegal ini.

“Dari hasil interogasi, JA sudah mengambil barang sebanyak lima kali dengan jumlah bervariasi antara 4 hingga 5 kilogram. Kami juga akan mengembangkan orang-orang yang terlibat. Baik dalam penggunaannya maupun dalam pendistribusiannya masih kami selidiki,” ucapnya. AKBP Sebudi. . [rhm]

.


Source link

Check Also

Penderitaan pria paruh baya, korban geng motor, yang ingin putus, tapi tertabrak

Warta.top – Takdir miskin diuji oleh Toto Handoyo (59). Dia dibunuh dengan senjata tajam saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *