Home / peristiwa / Aparat Diminta Tak Bubarkan Salat Id yang Digelar Saat Pandemi Covid-19

Aparat Diminta Tak Bubarkan Salat Id yang Digelar Saat Pandemi Covid-19

Warta.top – Ketua Komisi VIII Yandri Susanto meminta otoritas pemerintahan dan keamanan untuk tidak membubarkan salat Idul Fitri (Id) di daerah yang masuk zona aman dari Covid-19.

“Agar tidak dibubarkan polisi/TNI, camat, RT, RW, kepala desa, bupati, gubernur, “kata Yandri dalam telekonferensi sidang isbat bersama Kementerian Agama, Jumat (22/5).

Menurut dia, jika ada Salat Id sudah diatur kemudian dibubarkan begitu saja tentu saja akan membahas tentang pertentangan lain yang tidak kondusif. Dia mengatakan ada kepentingan ibadah yang harus dilakukan umat Islam semasa Ramadhan. Tidak mungkin hal itu juga akan dilakukan oleh umat saat Salat Id.

Dalam mengatasi hal itu, Yandri mendorong para pemangku kepentingan agar mengedepankan dialog mengenai tindakan represif. Jika dialog dialog tidak dapat dilakukan, kata dia, dapat muncul penanda-ketidakadilan sesuai tekanan di rumah ibadah sementara kegiatan massa dan pasar jelang Lebaran sepenuhnya dipenuhi dan tidak ditindaklanjuti.

“Jika nanti 1 Syawal ada warga, umat kita yang tetap di masjid atau lapangan agar tidak ada tindakan represif atau pembubaran. Karena harus ada dialog yang bagus,” katanya.

“Ada keluhan, buka jam 11 pagi tutup, 10 malam tidak dibubarkan, pasar penuh dibiarkan. Korona adalah musuh bersama. Ini agar ada ketegasan pemerintah untuk penerapan protokol kesehatan Covid-19,” kata dia. [eko]

.


Source link

Check Also

Pembuat Surat MUI Dengan Hati-Hati Akan Memerangi Ulama Saat Pengujian Cepat Terpolarisasi

Warta.top – Laporan Majelis Ulama Indonesia (MUI) polisi terkait dengan buletin atau tipuan yang terkait …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *