Home / peristiwa / Anggota TNI 10 penjarah tewas di Rejang Lebong ditangkap, 8 menjadi tersangka

Anggota TNI 10 penjarah tewas di Rejang Lebong ditangkap, 8 menjadi tersangka

Warta.top – Kelompok pemukul muda beranggotakan dua orang TNI di daerah ini yang menyebabkan kematian salah satu dari mereka telah ditangkap. Sebanyak 10 anak muda ditangkap polisi terkait dengan pukulan.

“Ada 10 orang yang ditangkap, di antaranya 8 orang ditetapkan sebagai tersangka dan 2 orang lainnya yaitu D dan JY menjadi saksi karena pada saat kejadian sama-sama sedang membeli rokok,” kata polisi. kepala. polisi Kepolisian Resor Rejang Lebong Polres Bengkulu AKBP Puji Prayitno dalam keterangannya kepada Rejang Lebong, Sabtu (2/1).

Ia menjelaskan, tersangka terhadap Prada Yopan Setiandi (almarhum), dan Pratu Agus Salim (luka berat) yang bertugas di Yonif 144 Jaya Yudha Curup ditahan di Lapangan Curup Setia Negara pada Kamis malam (31/12) sekitar pukul 11.30 WIB. , berhasil ditangkap aparat Polsek Rejang Lebong dan Kodim 0409 / Rejang Lebong pada Jumat pagi dan Jumat malam (1/1).

Karena alasan keamanan dan kecenderungan, para pelaku saat ini ditahan di Rutan Polda Bengkulu untuk dirawat sesuai dengan hukum yang berlaku, jelasnya.

Adapun dari 8 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, kata Puji, lima orang ditangkap terlebih dahulu, yakni RE, BO, RO, AK, dan DA sebagai saksi. Kemudian, Jumat malam, 5 orang lainnya yaitu RA, RE, KP, JE dan JY sebagai saksi.

Menurut hasil penyidikan yang dilakukan penyidik, tersangka memiliki peran masing-masing. Seperti tersangka BO yang menikam mendiang Prada Yopan Setiadi. Tersangka RA kemudian menikam korban, Pratu Agus Salim. Selama ini, 6 tersangka lainnya berperan sebagai pelaku pemukulan dan penendang, baik terhadap korban Prada Yopan Setiadi maupun Pratu Agus Salim.

Ia menambahkan, peristiwa pengeroyokan yang dilakukan oleh kelompok pemuda terhadap anggota TNI di wilayah tersebut yang diduga disebabkan oleh kesalahpahaman sangat menyedihkan. Ia berharap para orang tua senantiasa mengawasi anak-anaknya saat mereka tumbuh besar dalam interaksi sehari-hari.

“Hasil analisis penulis saat ini menunjukkan keinginan yang kuat untuk menunjukkan esensi mereka dengan merekrut anak-anak yang ingin mencapai usia dewasa untuk melakukan genks yang mengarah pada perbuatan buruk dan cenderung negatif,” kata AKBP Puji Prayitno. [gil]

.


Source link

Check Also

Lima desa masih terisolir akibat longsor di Sulbar, bantuan dikirim lewat udara

Warta.top – murka gempa bumi, longsor telah menyebabkan sedikitnya lima desa di Sulawesi Barat terisolasi. …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *