Home / peristiwa / Anggota DPR Ribka menolak vaksin Covid-19, kata Ridwan Kamil, komunikasi yang kurang baik

Anggota DPR Ribka menolak vaksin Covid-19, kata Ridwan Kamil, komunikasi yang kurang baik

Warta.top – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pun mengomentari penolakan vaksin yang diajukan anggota DPR. Menurutnya, hal itu terjadi karena ada kendala komunikasi.

Seperti yang diketahui semua orang, anggota DPR dari Fraksi Partai Gulat Demokrasi Indonesia (PDI-P) (PDIP), Ribka Tjiptaning dalam pertemuan dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membahas keamanan vaksin dan menolak divaksinasi.

Ridwan menilai perwakilan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk mendorong mereka menyelesaikan atau setidaknya mengurangi kasus pandemi Covid-19. Solusi paling rasional saat ini adalah vaksinasi.

“Solusi hari ini hanya vaksin yang bisa cepat mereduksi (kasus Covid-19), sekarang kalau menonton berita saya tidak mau berkomentar terlalu banyak detailnya, tapi yang saya tahu adalah ini Tokoh tersebut menolak jika vaksinnya belum diujicobakan, yang menurutnya tidak mau mengambil risiko karena Bio Farma. melaporkan bahwa tesnya tidak selesai, ”jelasnya.

“Saya kira wajar kalau tesnya tidak selesai, tapi mungkin ada miskomunikasi. Bio Farma sudah menyelesaikan tesnya, jadi BPOM mengumumkan berhasil,” kata Emil kepada Bandung. Rabu (13/1).

Oleh karena itu, informasi mengenai fakta vaksin yang sudah mendapat izin BPOM dan fatwa halal MUI harus terus disebarluaskan. Artinya, vaksin siap didistribusikan dan disuntikkan seperti vaksin untuk penyakit lain di luar pandemi Covid-19.

Emil mengaku sudah berkoordinasi dengan seluruh kelompok agama dan perwakilan elemen pemerintah di masyarakat Jabar terkait edukasi dan meminta dukungan program vaksinasi.

“Lalu, tujuan (vaksinasi) selama satu tahun memang harus tercapai agar perekonomian berfungsi, jadi kita hanya melatih 11.000 vaksinasi. Untuk mencapai (vaksinasi) dalam enam bulan, sekitar 29.000 Diperlukan tambahan (pemberi vaksinator), ”katanya.

“Kami sedang melatih para relawan dan saya katakan tadi bahwa gedung Puskesmas tidak cukup karena hanya ada seribu jadi harus dua kali. Dengan demikian penyuntikan dapat berjalan normal selama jam kerja tanpa membebani lebih banyak tetapi sesuai dengan tujuan kurang dari satu tahun bahkan dengan keadaan produk vaksin. dari pemerintah pusat datang tepat waktu, ”pungkasnya. [bal]

.


Source link

Check Also

Pengurus Dukcapil segera melengkapi seluruh dokumen untuk 24 korban Sriwijaya SJ182

Warta.top – Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Polri mengidentifikasi 24 jenazah korban kecelakaan Sriwijaya Air …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *