Home / peristiwa / AJI mendesak polisi mengusut kasus jurnalis Doxing Liputan6.com

AJI mendesak polisi mengusut kasus jurnalis Doxing Liputan6.com

Warta.top – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mendesak polisi untuk segera menyelidiki dugaan pelanggaran pidana doxing dan membawa pelakunya ke pengadilan.

“Ada banyak doxing terhadap jurnalis, tapi sejauh ini belum ada satupun yang diselidiki secara menyeluruh oleh polisi,” kata presiden. dari AJI Jakarta Asnil Bambani melalui keterangan tertulis, Sabtu (13/9).

Asnil menyampaikan hal ini setelah reporter Liputan6.com Cakrayuni Nuralam. Korban mengalami doxing masif sejak 11 September 2020.

Pelaku Doxing mempublikasikan data pribadi korban seperti foto, alamat rumah, nomor telepon dan identitas keluarga. Penulis juga membuat narasi yang mengajak masyarakat untuk melakukan tindak kekerasan terhadap korban.

“Akun media sosial korban diserang berbagai jenis komentar yang mengintimidasi. Tidak hanya itu, korban juga merasa rumahnya diawasi oleh beberapa orang asing,” ujarnya.

AJI Jakarta menilai doxing terhadap Cakrayuni sebagai bentuk kekerasan terhadap jurnalis. Doxing merupakan salah satu ancaman terhadap kebebasan pers di era digital.

Karenanya, AJI Jakarta mengutuk segala bentuk teror terhadap jurnalis dan media massa yang melakukan pekerjaan jurnalistik.

“Doxing adalah upaya mencari dan menyebarkan informasi pribadi seseorang di Internet dengan tujuan untuk menyerang dan melemahkan seseorang atau menganiaya seseorang secara online,” ujarnya.

Menurut arsip AJI Jakarta, banyak jurnalis pernah mengalami doxing. Misalnya, pada 2018, tiga jurnalis yang bekerja untuk Detik.com, Kumparan.com, dan CNNIndonesia.com menghadapi kasus doxing.

Pada 2019, kasus doxing juga menimpa wartawan tabloid Jubi dan Aljazeera, terkait pemberitaan tentang Papua. Tahun ini, dua wartawan Tempo dan satu reporter Detik.com mengalami kasus serupa.

AJI mengajak semua orang untuk berpartisipasi dalam menjaga kebebasan pers. Jika ada perselisihan saat ini, harap laporkan ke Dewan Pers.

“Segala bentuk protes terhadap pasal-pasal yang dimuat harus ditempuh melalui mekanisme yang diatur dalam undang-undang, yakni melalui hak jawab atau pengaduan kepada Dewan Pers,” ujarnya.

Selain AJI, Jakarta juga meminta Dewan Pers terlibat aktif dalam menyelesaikan kasus kekerasan terhadap jurnalis, khususnya terkait doxing.

Sementara itu, dalam kasus yang menimpa Cakrayuni Nuralam, AJI Jakarta meminta redaksi Liputan6.com untuk memastikan keselamatan jurnalis dan keluarganya terancam pemberitaan tersebut.

Jurnalis: Ady Anugrahadi [cob]

.


Source link

Check Also

Penderitaan pria paruh baya, korban geng motor, yang ingin putus, tapi tertabrak

Warta.top – Takdir miskin diuji oleh Toto Handoyo (59). Dia dibunuh dengan senjata tajam saat …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *