Home / peristiwa / 7 kapal Polair dan 2 helikopter dikerahkan polisi untuk mencari pesawat Sriwijaya yang jatuh

7 kapal Polair dan 2 helikopter dikerahkan polisi untuk mencari pesawat Sriwijaya yang jatuh

Warta.top – Polri mengerahkan seluruh pasukannya untuk membantu pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ-182 melalui jalan darat Jakarta-Pontianak. Pesawat tersebut diyakini jatuh di sekitar perairan Pulau Male dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Prabowo Argo Yuwono mengatakan, Ditpolair Polri telah mengerahkan sejumlah kapal dan kapal udara untuk membantu proses evakuasi pesawat. Menurut dia, Ditpolair mengerahkan 7 kapal untuk mencari pesawat tersebut.

“Jumlah armada yang terlibat ada 7 diantaranya KP. Kolibri, KP Pelatuk, KP Elang Laut, KP SBU, KP. Sundecus, KPC dan KP. Bisma. Kami juga telah menerjunkan Dauphin As 365 N.3 dan Bel 429 P.3202, ”kata Argo dalam keterangannya, Sabtu (9/1).

Jenderal bintang dua itu mengatakan, Polri juga menurunkan kapal tahun 2003, kapal tahun 2008 dan kapal Raptor dari Polda Metro Jaya. Sedangkan personel yang diterjunkan partainya berjumlah 192 orang, termasuk dari Kodam Jaya yang masih di bawah kendali Basarnas.

“Polri juga sedang mempersiapkan tim DVI di RS Polri Kramat Jati,” pungkasnya.

Air Terjun antara Pulau Male dan Pulau Lancang

Pesawat ini lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta pukul 14.40 WIB. Dijadwalkan mendarat di Bandara Supadio Pontianak pukul 15.50 WIB, kontak hilang atas Pulau Lancang di Kepulauan Seribu.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto membenarkan pesawat Sriwijaya Air itu jatuh. “Iya benar (jatuh),” kata Novie Riyanto singkat kepada merdeka.com, Sabtu (9/1).

Novie Riyanto belum menjelaskan lebih detail perkembangan kecelakaan pesawat Sriwijaya tersebut.

Sementara itu, Deputi Bidang Operasional dan Persiapan Basarnas, Mayjen Bambang Suryo Aji mengatakan, pihaknya telah melakukan penyelidikan ke lokasi terakhir pesawat terakhir Sriwijaya Air yang hilang kontak pada Sabtu. 9/1). Pesawat tersebut diyakini jatuh di dekat Kepulauan Seribu, yaitu antara Pulau Male dan Pulang Lancang.

“Jadi posisi pesawat setelah putus kontak itu antara Pulau Male dan Pulau Lancang, ya jaraknya sekitar 1,5 sampai 2 kilometer, kalau dari Tanjung Kait kira-kira 3 kilometer” Kata Suryo dalam jumpa pers, Sabtu (9/1).

Suryo menjelaskan, dari temuan di lapangan ditemukan beberapa bagian yang mencurigakan. Namun, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah pesawat tersebut miliknya.

“Kami masih belum tahu apakah itu bagian dari pesawat Sriwijaya. Barang-barang itu sudah ada di kapal kami dan akan kami keluarkan,” jelas Suryo.

Ia mengatakan dari peta tersebut, kedalaman maksimum di sekitar Pulau Lancang dan Pulau Laki adalah 20-23 meter. Namun, Suryo tidak yakin di titik mana pesawat itu jatuh.

“Kami belum tahu persis di mana. Dan peralatan yang ditemukan potensial di lapangan, termasuk tim gabungan kami, kini menjadi bukti untuk penyelidikan lebih lanjut, bahwa itu bagian dari pesawat Sriwijaya. atau tidak, ”jelas Suryo. [gil]

.


Source link

Check Also

Update gempa Sulawesi Barat: 81 tewas, 1.150 rumah rusak

Warta.top – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa sebagai akibatnya gempa bumi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *