Home / peristiwa / 103 bencana alam yang terjadi di Sumatera Selatan sampai dengan September 2020, utamanya banjir dan longsor

103 bencana alam yang terjadi di Sumatera Selatan sampai dengan September 2020, utamanya banjir dan longsor

Warta.top – Sebanyak 103 bencana alam terjadi di wilayah Sumatera Selatan pada tahun 2020. Bencana yang paling dominan adalah banjir, tanah longsor dan kebakaran.

Kepala Divisi Penanggulangan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan provinsi tersebut termasuk dalam kawasan rawan bencana alam karena bentang alamnya yang rendah dan pegunungan. Bencana seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, puting beliung, kebakaran, kecelakaan angkutan sungai dan sejenisnya terjadi hampir setiap tahun.

“Tahun ini saja, Januari-September sudah terjadi 103 bencana alam. Jumlahnya cenderung tinggi,” kata Ansori, Minggu (13/9).

Dari 17 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan, hanya Prabumulih yang tidak melaporkan adanya insiden. Selama ini, terbanyak di Ogan Ilir dengan 14 kejadian, disusul Lahat, Ogan Komering Ulu Selatan dan Empat Lawang masing-masing 10 kejadian, lalu Muara Enim (8), Pagaralam dan Ogan Komering Ulu masing-masing 7 kejadian.

Selain Palembang, Penukal Abab Lematang Ilir, dan Musi Rawas Utara (6), OKU Timur (5), Musi Rawas (4), Lubuklinggau (3), Kabupaten Musi Banyuasin (3), Ogan Komering Ilir (2), dan Banyuasin (2).

“Semua daerah pernah mengalami bencana alam, hanya Prabumulih yang belum sampai ke sana. Mudah-mudahan tetap seperti itu,” ujarnya.
Dari sekian banyak bencana alam, banjir dan tanah longsor adalah yang terpenting. Bencana ini terjadi di lima wilayah yaitu OKU Selatan, Pagaralam, Empat Lawang, Lahat dan Muara Enim.

Kemudian angin puting beliung yang melanda daerah dengan banyak daerah terbuka seperti Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir dan Palembang. Sementara itu, kebakaran rumah telah melanda beberapa wilayah dengan jumlah yang bervariasi mulai dari gedung yang terbakar hingga banyak unit.

Untuk mengatasi bencana ini, seluruh instansi pemerintah dan sebagian masyarakat bekerja sama untuk membantu para korban. Namun yang terpenting adalah pencegahan sejak dini untuk menghindari benturan, kecelakaan dan cedera.

“Pemetaan bahaya sudah dilakukan, semuanya tetap waspada. Di sinilah dibutuhkan partisipasi masyarakat dan instansi terkait, ”pungkasnya. [did]

.


Source link

Check Also

KemenkopUKM mengembangkan pariwisata UMKM di KEK Likupang utara Minahasa

Warta.top – Kementerian Koperasi dan UKM sedang memenuhi komitmennya untuk mengawal program pelatihan UMKM di …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *