Home / khas / Memperkenalkan God To Street Punk Kids

Memperkenalkan God To Street Punk Kids

Warta.top – Suara adzan Dzuhur bergema. Seketika, semua huru-hara berhenti di toko tiga lantai di pinggiran Jalan Raya Parung-Ciputat. Interiornya berisi sekelompok pria bertato di tubuh. Penampilan mereka seperti anak nakal. Tapi itu cerita di masa-masa kelam.

Para pria bertato itu kemudian bergegas untuk berwudhu. Membersihkan dan mengganti pakaian yang sesuai untuk shalat berjamaah. Menempati ruang tamu, mereka membentuk dua anjungan doa. Ibadah itu khusyuk dan sangat tenang. Hingga akhir shalat, mereka tidak langsung bubar. Doa selalu diucapkan.

Sore ini, doa dipimpin oleh seorang Oustaz Halim Ambiya. Jumlah ini sangat berpengaruh dalam mengubah kehidupan remaja putra. Dia telah berjuang selama enam tahun. Mencoba membuat bajingan jalanan mengenal Tuhan lebih baik.

Anak Jalanan Bawah Tanah Pondok Tasawuf dan Punk © 2021 Warta.top/Arie Basuki

Pondok Tassawuf bawah tanah. Beginilah nama lokasi itu disebut. Tempat ini bisa dianggap sebagai tempat berteduh. Bukan sekedar tempat tinggal. Mantan bajingan jalanan juga belajar untuk mengubah hidup mereka menjadi lebih baik di masa depan. “Semuanya di sini nyaman. Serasa keluarga,” kata Ustaz Halim kepada merdeka.com, Senin lalu.

Kaum muda di pondok ini, Tassawuf, menjalankan cucian setiap hari. Dari pagi hingga malam, mereka sibuk membawa pakaian kotor untuk mencuci dan menyetrika ke kamar yang terbagi dua di toko.

Tak berhenti sampai disitu, malam harinya mereka terus berjualan angkringan di depan toko yang berada di Ruko Cimanggis Ciputat Blok C Ruko No 27 Kompleks Cipatat, Tangerang Selatan. Rumah mini untuk berbagai makanan banyak tersedia. Semuanya tertata rapi di atas gerobak kayu. Anak-anak muda ini pun bergiliran melayani pembeli.

Pondok tasawuf anak jalanan underground dan punk

Anak Jalanan Bawah Tanah Pondok Tasawuf dan Punk © 2021 Warta.top/Arie Basuki

Tidak mudah bagi Ustaz Halim untuk merangkul bajingan jalanan. Itu semua butuh proses lama. Dimulai dengan sekitar 10 orang, banyak band punk jalanan perlahan-lahan masuk.

Pendekatan tassawuf yang menekankan pada pemahaman tauhid kepada Allah SWT merupakan metode yang digunakan oleh Ustaz Halim. Metode ini sejauh ini cukup efektif. Ia bahkan mampu membuat perubahan besar untuk membuat anak-anak punk jalanan berkembang jauh dari tindakan asusila. Apalagi saat mereka kembali ke masyarakat.

Deni, mantan anak punk muda jalanan Pondok Tassawauf Underground, menceritakan bagaimana dia mulai berdoa. Saat itu, ia belum memahami tata cara mulai dari berwudhu hingga mengaji. Semua orang hanya mengikuti setiap gerakan Ustaz Halim ketika dia berdoa. “Pertama kali diminta salat, hati saya bergetar,” kata Deni.

Pondok tasawuf anak jalanan underground dan punk

Anak Jalanan Bawah Tanah Pondok Tasawuf dan Punk © 2021 Warta.top/Arie Basuki

Sekarang, sedikit demi sedikit pemahaman tentang Islam mulai dipahami. Shalat lima waktu tidak pernah diabaikan. Perasaannya lebih tenang sekarang. Ajaran Ustaz Halim sudah benar-benar diterapkan.

Setiap hari, bajingan jalanan lama belajar mendalami Alquran dan hadits. Bahkan ada program pengajian khusus yang berlangsung setiap Jumat dan Minggu malam. Semuanya dilakukan bersama. Jika semuanya digabungkan, akan ada ratusan santri dengan perjalanan yang mirip dengan Deni.

Jalan kebaikan Ustaz Halim bukannya tanpa alasan. Semuanya berawal saat dia mengunjungi Pattani, Thailand. Tujuannya adalah menyelesaikan seminar di sana. Ternyata saat itu suasana sedang kacau karena kerusuhan. Dalam situasi mencekam, Ustaz Halim kemudian dibantu oleh sekelompok bajingan jalanan untuk dievakuasi.

Pondok tasawuf anak jalanan underground dan punk

Anak Jalanan Bawah Tanah Pondok Tasawuf dan Punk © 2021 Warta.top/Arie Basuki

Dari situ, cara pandang Ustaz Halim beralih ke mereka yang tampak seperti anak nakal. Mereka yang berada di jalan setiap hari tidak semuanya buruk. Nyatanya, banyak dari mereka hanya membutuhkan nasihat tentang bagaimana hidup lebih baik. Selain itu, punk jalanan biasanya tampil karena menjadi korban rumah rusak.

Dari pengalaman tersebut, pembicara dan mantan anggota tim berani untuk membentuk gerakan Bawah Tanah Tassawauf. Harapannya, bajingan jalanan bisa hidup lebih baik. Tidak hanya itu, banyak lulusan “pesantren” ini juga ikut menyebarkan agama Islam di komunitasnya.

“Jadi bukan sekedar ilmu agama, percuma saja kalau keluar dari Pondok Tasawuf mereka kembali ke jalanan, misalnya menyanyi,” kata Ustaz Halim.

Pondok tasawuf anak jalanan underground dan punk

Anak Jalanan Bawah Tanah Pondok Tasawuf dan Punk © 2021 Warta.top/Arie Basuki [ang]

.


Source link

Check Also

Q&A: Mengenal varian baru virus Corona, benarkah 70% lebih menular?

Warta.top – Varian baru virus korona baru-baru ini terdeteksi di Inggris. Varian baru ini diyakini …