Home / jakarta / PSBB Jakarta dan MRT kembali membatasi penumpang

PSBB Jakarta dan MRT kembali membatasi penumpang

Warta.top – PT MRT Jakarta (Perseroda) menegaskan akan menyusun kembali kebijakan penyesuaian layanan operasional berupa pembatasan kapasitas dan waktu operasional mulai Senin, 14 September, sejalan dengan berlakunya Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) di ibukota.

“Untuk menunjang kegiatan esensial yang masih berlangsung, MRT Jakarta akan beroperasi besok mulai pukul 05.00 WIB hingga 22.00 WIB dengan lead distance lima menit pada jam sibuk dan 10 menit pada jam normal,” kata William Sabandar. Chairman dan CEO MRT Jakarta. , Senin (14/9).

Selain itu, kebijakan yang diberlakukan membatasi jumlah penumpang dari 62 menjadi 67 orang dalam satu kereta dan penerapan protokol RISE di lingkungan MRT Jakarta yang akan terus dilaksanakan dengan disiplin.

Kolaborasi Inovasi Tata Kelola Protokol Go Green Aman Nyaman dan Ramah Lingkungan (Bangkit) mencakup penerapan protokol kesehatan yang ketat bagi siapa saja, baik itu agen, penumpang, atau pihak terkait lainnya di lingkungan MRT Jakarta.

“Perkembangan kebijakan layanan MRT Jakarta akan diinformasikan secara berkala melalui saluran informasi PT MRT Jakarta, termasuk media sosial,” kata William, seperti dikutip Antara.

PT MRT Jakarta selalu mengimbau masyarakat yang belum melakukan perjalanan menggunakan MRT Jakarta untuk selalu disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan di lingkungan MRT Jakarta, seperti wajib memakai masker, hingga menjaga jarak. antar pengguna, rajin mencuci tangan dan tidak berbicara, baik dalam satu atau dua arah, di dalam area peron kereta dan stasiun.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan secara resmi mencabut rem darurat yang mencabut kebijakan transisi PSBB dan mengembalikannya ke kebijakan penyempurnaan PSBB.

“Melihat situasi darurat di Jakarta ini, tidak ada pilihan selain mengambil keputusan untuk mencabut rem darurat. Artinya kami terpaksa harus memasang PSBB seperti saat dimulainya pertandingan. pandemi. Itu rem darurat yang harus kita copot, “katanya kepada Balaikota DKI Jakarta, Rabu (9/9) malam.

Alasan Anies mengambil keputusan ke Jakarta ini karena tiga indikator, yakni angka kematian, ketersediaan tempat tidur isolasi, dan unit perawatan intensif khusus COVID-19 serta angka kasus positif di Jakarta. . [fik]

.


Source link

Check Also

Penanganan sendiri di jalan raya, pengendara tewas setelah terlibat perkelahian dengan pengemudi lain

Warta.top – Tawuran antar pengendara sepeda motor terjadi di depan pintu gerbang sekolah Candra Naya, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *