Home / jakarta / Perhatikan, ini aturan pengguna KRL setelah Gubernur Anies memberlakukan kembali PSBB

Perhatikan, ini aturan pengguna KRL setelah Gubernur Anies memberlakukan kembali PSBB

Warta.top – DKI Jakarta akan menghidupkan kembali Pembatasan Sosial Skala Besar atau PSBB pada 14 September. Menyikapi hal tersebut, PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) akan terus menerapkan protokol kesehatan yang berlaku sejak PSBB pada April ini, seperti pembatasan jam operasional KRL.

Vice President of Corporate Communications PT KCI Anne Purba mengatakan jam operasional KRL adalah dari jam 4 pagi hingga 9 malam. Jam operasional ini akan selalu dievaluasi dengan mempertimbangkan status pengguna selama PSBB. Sebelum pandemi, jam operasional KRL adalah dari pukul 04.00 hingga tengah malam. Saat PSBB pertama kali diterapkan, jam buka diubah menjadi pukul 04.00-20.00. Saat memasuki periode PSBB, jam operasional KRL ditambah menjadi 4.00-21.00.

Selain jam berjalan, KRL juga akan membatasi kapasitas pengguna sekitar 45%, artinya jumlah pengguna KRL yang diperbolehkan di setiap KA adalah 74 orang. Batas jumlah ini akan dipertahankan dengan isolasi di area antrian stasiun.

“PT KCI juga akan membuka jendela KRL di ujung setiap kereta saat kereta berjalan pada jam sibuk. Pintu di sisi kanan dan kiri kereta juga akan terbuka penuh saat sampai di stasiun,” ujarnya. diumumkan, Minggu (13/9).

PT KCI juga telah menyiapkan wastafel tambahan untuk membantu pengguna KRL mencuci tangan sebelum dan sesudah menggunakan KRL. Di stasiun dan di KRL sendiri juga telah memberikan pedoman untuk menjaga jarak berupa posisi pengguna saat duduk atau berdiri di KRL.

Aturan tambahan KRL selama PSBB juga tetap berlaku. Peraturan tersebut antara lain, penumpang berusia 60 tahun ke atas hanya dapat menggunakan KRL mulai pukul 10.00 hingga 14.00. Pengguna yang memiliki bagasi besar atau yang dapat mengganggu pelaksanaan jarak penjagaan di KRL hanya dapat menggunakan KRL di luar jam sibuk. Selain itu, balita juga dilarang menggunakan KRL.

PT KCI juga mengimbau pengguna KRL menghindari kemacetan dengan memantau kondisi antrian stasiun secara real-time melalui aplikasi KRL Access versi baru. Selain itu, KCI juga mengimbau pengguna KRL untuk menggunakan masker dengan benar yaitu masker harus menutupi mulut dan hidung.

“Topeng Kain yang digunakan juga harus memiliki minimal dua lapis dan jika memungkinkan disarankan menggunakan masker sekali pakai, ”ujarnya.

Jurnalis peserta pelatihan: Maria Brigitta [did]

.


Source link

Check Also

Catatan BPBD DKI Masih 56 RT dan 20 ruas jalan di ibu kota yang terendam banjir

Warta.top – Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI (BPBD) Jakarta menyebutkan ada 56 RT di ibu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *