Home / jakarta / Pembangunan MRT Jakarta tahap 2 terancam kemunduran

Pembangunan MRT Jakarta tahap 2 terancam kemunduran

Warta.top – CEO PT MRT Jakarta (Perseroda) William Sabandar mengungkapkan, pembangunan MRT Jakarta Tahap 2 terancam kemunduran akibat sejumlah kendala yang muncul selama pembangunan kontrak.

“Ada kendala pengadaan kavling kontrak CP202, CP205 dan CP206. Salah satu penyebabnya, pandemi Covid-19 saat ini sedang melanda sehingga menimbulkan risiko tinggi bagi seluruh proyek MRT. Jakarta Tahap 2, “kata William Sabandar dalam keterangan tertulis yang dilansir Antara, Minggu (23/12/2018). 18/10) malam.

William mengatakan, ditemukannya kendala CP 202 untuk pembangunan stasiun Harmoni-Mangga Besar menyebabkan tertundanya proyek strategis nasional hingga pertengahan tahun 2027. Kendala CP 202 adalah para peserta tender dari Project (pengusaha) meminta tenggat waktu penyelesaian proyek yang lebih lama karena selain Covid-19, masih dalam evaluasi. juga menemukan risiko tinggi konstruksi di lapangan.

Selain itu, ditemukan kendala kedua untuk proyek CP 205 terkait rel dan rel. Penawar meminta perpanjangan waktu karena masalah kebijakan terkait penggunaan produk komunikasi tertentu yang tidak dapat disediakan oleh kontraktor Jepang. Hambatan yang paling baru ditemukan adalah bahwa penawar melihat risiko interfacing (tumpang tindih) antara pekerjaan sipil dan paket sistem kereta api.

Namun, PT MRT Jakarta (Perseroda) telah memutuskan tanggal pengajuan penawaran CP205 menjadi 26 Oktober 2020 dan meminta konfirmasi kesediaan peserta lelang untuk mengajukan penawaran pada tanggal tersebut.

Beberapa peserta lelang hari ini mengkonfirmasi bahwa mereka sedang melakukan yang terbaik untuk mengajukan penawaran pada 26 Oktober 2020.

“Kami meminta komitmen dan pemenuhan penuh dari peserta lelang agar bisa mengajukan penawaran dalam jangka waktu yang telah ditentukan,” kata William.

Hambatan terakhir CP 206 adalah meski sudah sering dipromosikan menjadi kontraktor Jepang untuk pengadaan kereta api di MRT Jakarta fase 2, kontraktor Jepang tidak berminat dilibatkan dalam proyek CP206.

<< Kondisi ini muncul karena pembangunan MRT fase 2 dibiayai oleh pinjaman ODA dari JICA dengan syarat khusus program kemitraan ekonomi (pinjaman terikat), sehingga sangat erat kaitannya dengan kriteria bahwa kontraktor utama harus dari Jepang. Namun, ternyata pengusaha Jepang terlalu berhati-hati dan belum siap mengambil risiko pembangunan di kawasan fase 2, ”kata William.

Untuk itu, William berharap pemerintah Jepang melalui JICA dapat mendorong para pengusaha di sektor rolling stock untuk terlibat dalam pembangunan MRT Tahap 2.

“Jika minat pengusaha Jepang kurang, opsi pembelian yang melibatkan kontraktor internasional lain di luar Jepang bisa dibuka dan diterima oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Jepang,” kata William.

Perlu diketahui bahwa saat ini pembangunan MRT Jakarta tahap 2 sudah mulai dilakukan melalui CP201 ​​untuk mengakuisisi stasiun Thamrin dan stasiun Monas yang telah selesai hingga 8,3%. [eko]

.


Source link

Check Also

DKI Pemprov akan mengubah Taman Tebet menjadi Eco Garden

Warta.top – Pemprov DKI Jakarta secara bertahap merevitalisasi taman kota ibu kota. Salah satu taman …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *