Home / jakarta / Pakar epidemiologi mohon segera rem untuk menyadap lebih banyak kasus Covid-19 di DKI

Pakar epidemiologi mohon segera rem untuk menyadap lebih banyak kasus Covid-19 di DKI

Warta.top – Pakar epidemiologi Pandu Riono menyambut baik pengetatan PSBB yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Ia mengindikasikan selama ini PSBB tidak pernah dipecat, melainkan hanya mengendurkan.

“Mudah-mudahan bisa cepat berkurang. Karena kemarin pelanggarannya luar biasa. Peralihan dari PSBB ke DKI tidak pernah dicabut, hanya peralihan ditahan kembali karena masih banyak pelanggaran. Selama penghuninya ada. masih tidak patuh, selama tempat kerja “Kami masih tidak menerapkan protokol kesehatan, kami tidak akan memindahkannya, hanya transisi. Meski banyak juga yang diperkosa. Ya, karena diperkosa, kasusnya meningkat banyak, “ujarnya dalam percakapan dengan merdeka.com, Minggu (13/9).

“Sampai rumah sakit punya kapasitas 70 persen. Hingga banyak kuburan harus buka lahan baru. Kalau ini tidak diverifikasi suatu saat nanti akan kewalahan. Kalaupun semua rumah sakit semua rumah sakit. (Sebab) khusus untuk Covid juga akan kewalahan. Ini diperketat lagi, ”lanjutnya.

Dia menilai di DKI, cluster yang paling banyak menyumbang kasus positif Covid-19 adalah perkantoran, kemudian pabrik, dan rumah tangga.
Menurut dia, pabrik yang tidak mungkin melakukan FHM dapat dilewati oleh kewajiban menerapkan protokol sanitasi.

“Pabrik perlu memiliki protokol kesehatan. Jangan suruh saya bekerja dari rumah, bukan itu. Jika ada cluster di pabrik, Anda lihat pabriknya, oh tidak tidak mempraktikkan protokol kesehatan. Itu ditutup sementara, saat merapikan pabrik, selama seminggu, sekarang akan kembali. Kebanyakan pabrik tidak. Siap. “

Total PSBB di DKI melemahkan perekonomian

Menanggapi berbagai kritik bahwa PSBB telah mematikan roda perekonomian, Pandu mengatakan dengan diterapkannya PSBB perekonomian masih bisa berjalan.

“PSBB juga ekonomi sedang bergerak. Kapan ekonomi mati gara-gara PSBB? Cuma masyarakat anti PSBB yang ngomongin mati ekonomi saat PSBB. . Tidak, di negara mana pun orang-orang kelaparan. Orang-orang masih bisa bergerak sebagian, mereka masih bisa menemukan makanan. “

Selain itu, terkait belum diberlakukannya Surat Izin Masuk dan Keluar (SIKM) pada saat pengetatan PSBB, Pandu menilai SIKM tidak perlu diberlakukan.

“Tidak apa-apa. Kenapa harus (SIKM) diterapkan? Tidak masalah. Tadi karena ada yang pulang. Sekarang tidak ada mudik.”

Jurnalis peserta pelatihan: Maria Brigitta Jennifer [rhm]

.


Source link

Check Also

Catatan BPBD DKI Masih 56 RT dan 20 ruas jalan di ibu kota yang terendam banjir

Warta.top – Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI (BPBD) Jakarta menyebutkan ada 56 RT di ibu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *