Home / jakarta / Merampok Mobil Pribadi dan Tidak Memakai Masker dengan Benar, Apa Aturannya?

Merampok Mobil Pribadi dan Tidak Memakai Masker dengan Benar, Apa Aturannya?

Warta.top – Sebuah video viral seorang wanita mengatakan dia dijarah karena tidak mengenakan masker dengan benar saat mengendarai mobil pribadinya sendirian. Setelah digeledah, dia mengaku dibawa ke pos bagi mereka yang terjebak dalam Operasi Justisi protokol Covid-19.

Ia sempat menggambarkan suasana di stasiun yang dinilai sangat sibuk itu membuatnya takut karena tidak ada protokol PSBB.

“Saya dalam keadaan sehat, saya disuruh menghabiskan waktu bersama mereka semua,” keluh perempuan berambut panjang itu.

Lalu bagaimana dengan penggunaan masker bagi yang berkendara?

Mengacu pada peraturan Gubernur DKI Jakarta Terbitan 88 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Gubernur Nomor 33 Tahun 2020 tentang Penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar dalam Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta. Paragraf 4 pasal 14 menjelaskan bahwa pengguna mobil penumpang juga wajib mematuhi ketentuan terkait protokol kesehatan preventif Covid-19.

“Pakai masker di kendaraan,” kata Rabu kepada merdeka.com (17/9).

Lalu bagaimana dengan hukuman bagi yang melanggar?

Tertulis dalam Peraturan Gubernur 79 tahun tentang Penegakan Disiplin Kesehatan dan Penegakan Protokol sebagai Upaya Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Pada Pasal 4 ayat 1 dijelaskan bahwa setiap orang di Provinsi DKI Jakarta wajib memberikan perlindungan kesehatan diri dengan menggunakan masker yang menutupi hidung, mulut dan dagu pada saat digunakan. di luar rumah, berinteraksi dengan orang lain atau mengendarai kendaraan.

“Gunakan masker yang menutupi hidung, mulut dan dagu.”

Kemudian pada pasal 5 ayat 1 dijelaskan bahwa yang tidak memakai topeng sesuai dengan ketentuan pasal sebelumnya akan dikenakan sanksi.

“Siapapun yang tidak menggunakan topeng apa adanya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (1), surat tersebut telah dikenakan sanksi
pekerjaan sosial membersihkan fasilitas umum dengan
kenakan rompi selama 60 (enam puluh) menit atau
denda administrasi paling banyak Rp 250.000 (dua
seratus lima puluh mil Rupiah) ”, Menyatakan Pasal 5, paragraf 1.

Sementara itu, Pasal 5 ayat 2 menyebutkan bahwa mereka yang melakukan pelanggaran berulang akan dikenakan sanksi pekerjaan sosial atau denda administratif dengan ketentuan sebagai berikut.

Sebuah. Pelanggaran yang diulang sebanyak 1 (satu) kali dikenakan pekerja sosial yang membersihkan fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 120 (seratus delapan puluh) menit atau denda administrasi paling banyak Rp500.000 (lima ratus ribu rupiah);

b. 2 (dua) pelanggaran berulang tunduk pada pekerjaan sosial
membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan rompi selama 180 (seratus delapan puluh) menit atau denda administrasi paling banyak Rp750.000 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah);

vs. Pelanggaran berulang sebanyak 3 (tiga) kali dan selanjutnya dikenakan pekerjaan sosial membersihkan fasilitas umum dengan mengenakan rompi selama 240 (dua ratus empat puluh) menit atau denda administrasi paling banyak Rp1.000.000 (satu juta). rupee); [lia]

.


Source link

Check Also

BMKG memprediksi hari tanpa bayangan di beberapa bagian Sumatera Barat

Warta.top – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Padang Panjang Sumatera Barat memperkirakan puncak sinar matahari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *