Home / jakarta / Gubernur Anies memperpanjang PSBB Jakarta hingga 17 Januari 2021

Gubernur Anies memperpanjang PSBB Jakarta hingga 17 Januari 2021

Warta.top – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah memutuskan untuk memperpanjang Pembatasan Sosial Transisi Skala Besar (PSBB) dua minggu lagi dari tanggal 4 hingga 17 Januari. Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Gubernur (Kepgub) nomor 1295 tahun 2020.

Anies mencontohkan, fokus Pemprov DKI untuk memperpanjang PSBB transisi kali ini adalah untuk lebih meningkatkan 3T (skrining pengobatan skrining) untuk mengidentifikasi kasus aktif. Pertimbangan Anies untuk perpanjangan PSBB transisi ini merupakan penilaian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia.

Berdasarkan penilaian terhadap indikator BNPB, DKI Jakarta berhasil meningkatkan nilai pada risiko menengah per 27 Desember 2020 yang sebelumnya berisiko tinggi pada tanggal 20 Desember 2020.

Rinciannya, skor penilaian DKI Jakarta oleh BNPB setiap minggunya adalah 1,8025 (berisiko tinggi) pada 20 Desember; 1.8275 (risiko sedang) per 27 Desember 2020; dan 1,8475 (risiko sedang) pada 3 Januari 2021.

Sedangkan berdasarkan indikator pantauan Covid-19 FKM UI sebesar 59 pada tanggal 2 Januari 2021. Dibandingkan dengan minggu sebelumnya mengalami penurunan yaitu skor 61 pada tanggal 19 dan 26. Desember. Skor di atas 60, disebut Anies, berarti PSBB bisa santai atau rileks di beberapa area melalui penilaian progresif. Jika kurang dari 60, Pemprov akan memperketat kembali beberapa daerah.

“Berdasarkan penilaian BNPB dan FKM UI, kami memutuskan untuk memperpanjang masa transisi PSBB hingga 17 Januari 2021. Kami di pemerintahan akan secara sistematis menjalankan 3T, yaitu testing, tracing, pengobatan, sedangkan masyarakat menerapkan disiplin 3M cuci tangan pakai sabun, pakai masker, ”kata Anies, Minggu (3/1).

Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan DKI Jakarta, persentase penambahan jumlah kasus positif aktif terkonfirmasi menunjukkan tren meningkat.

Hingga 2 Januari 2021, kasus aktif di Jakarta mencapai 15.471 kasus, meningkat 18% dari dua minggu sebelumnya menjadi 13.066 kasus pada 20 Desember.

“Peningkatan persentase kasus aktif harus diperhitungkan bersama, terutama setelah libur Natal dan Tahun Baru 2021 yang berpotensi menambah kasus,” kata Widyastuti, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi. oleh DKI Jakarta.

Kewaspadaan yang disoroti oleh Widyastuti juga berdasarkan angka kejadian (IR) dan penambahan RW rawan di DKI Jakarta yang sebelumnya terdapat 21 RW rawan, per 27 Desember meningkat menjadi 55 RW.

Artinya tidak ada kota / kabupaten atau kecamatan di DKI Jakarta yang tidak ada kasus tambahan, dan hanya ada dua kelurahan yaitu Pondok Kelapa dan Pondok Pari yang tidak ada kasus tambahan, ”kata Widya.

Menurut dia, peningkatan tersebut terjadi dengan angka IR per wilayah sebesar 19,58, di tingkat kabupaten rata-rata 25,43 dan kecamatan sebesar 30,64.

Selain itu, angka kematian akibat Covid-19 juga terbilang mengkhawatirkan karena terdapat penambahan angka kematian yang cukup signifikan akibat Covid-19, dimana pada tanggal 20 Desember 2020 jumlah pasien yang meninggal adalah 3.087 orang. dan dalam dua minggu, bertambah menjadi 3.334 orang.

Widya juga menjelaskan penggunaan tempat tidur isolasi harian dan ruang perawatan intensif di 98 rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta kemungkinan akan meningkat meski Pemprov DKI di Jakarta telah menambah tempat tidur tambahan. isolasi dari 6.663 bed isolasi pada tanggal 20 Desember 2020 menjadi 7.379 bed isolasi pada tanggal 3 Januari. 2021.

“Kapasitas tempat tidur isolasi mencapai 87 persen dengan 6.385 pasien yang diisolasi per 3 Januari 2021.”

“Untuk keadaan ICU per 3 Januari 2021 sudah kami tingkatkan kapasitas menjadi 960 dan terisi 762. Jadi, saat ini kapasitasnya sudah mencapai 79%, turun 1% dari dua minggu sebelumnya yang persentasenya 80%, karena kapasitas unit perawatan intensif masih saat itu. 907 dan diisi 722, ”jelasnya.

Selain itu, Widyastuti menjelaskan bahwa nilai reproduksi efektif (Rt) yang merupakan indikasi tingkat penularan di masyarakat menunjukkan skor 1,06 per 2 Januari 2021. Angka ini menurun dari skor mingguan sebelumnya. yaitu 1,07 (26/12) dan 1,06 (19/12). Nilai Rt harus kurang dari 1 agar epidemi Covid-19 terkontrol dengan baik. [ded]

.


Source link

Check Also

Saat mengunjungi lokasi penelitian udara Sriwijaya, Wakil Gubernur Riza mengimbau masyarakat tidak menyebarkan hoaks

Warta.top – Zona JICT, Tanjung Priok, Jakarta Utara, merupakan pusat pengumpulan semua temuan terkait jatuhnya …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *