Home / Cek-fakta / PERIKSA FAKTA: Hoaks Joe Biden mengundurkan diri sebagai Presiden AS

PERIKSA FAKTA: Hoaks Joe Biden mengundurkan diri sebagai Presiden AS

Warta.top – Mengedarkan tangkapan layar dengan klaim, Joe Biden telah memutuskan untuk mundur sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat.

Tangkapan layar tersebut konon merupakan artikel dari FOX Atlanta dengan judul: “Presiden terpilih Biden mengundurkan diri sebagai presiden terpilih.”

© Liputan6.com

Dalam bahasa Indonesia menjadi: “Presiden terpilih Joe Biden mengundurkan diri sebagai presiden terpilih.”

Dalam ceritanya, diklaim, dijelaskan bahwa Joe Biden memilih mundur setelah berkonsultasi dengan keluarga dan tim hukumnya karena masalah kesehatan yang tidak ditentukan.

Mencari

Untuk membuktikan klaim tersebut, Dilansit Liputan6.com melakukan pencarian menggunakan mesin pencari Google Search dengan kata kunci: “Presiden Terpilih Biden mengundurkan diri sebagai Presiden Terpilih”. Hasil penelitian tidak memuat laporan media yang kredibel tentang klaim tersebut, termasuk Fox Atlanta.

Namun, USA Today membahas tuduhan bahwa Joe Binden telah mundur sebagai Presiden terpilih Amerika Serikat karena masalah kesehatan. Artikel yang diterbitkan 5 Januari 2021 itu berjudul: “Pemeriksaan Fakta: Laporan Palsu Mengatakan Biden Menimbang untuk Mundur sebagai Presiden Terpilih.”

USA Today memeriksa media yang diklaim Joe Biden mengundurkan diri, Fox5atlanta.com. Dari hasil penelitian, media tidak memberitakan seperti yang diklaim.

Selain itu, Joe Biden juga baru saja divaksinasi Covid-19 pada 21 Desember 2020. Ia juga diperkirakan akan mendapat vaksin kedua yang dikembangkan oleh Pfizer-BioNTech pada pertengahan Januari 2021.

Juga dari USA Today, Joe Biden akan menghadiri konvensi untuk memvalidasi kemenangannya pada 6 Januari 2021. Dia dan Wakil Presiden terpilih Kamala Haris akan dilantik pada 20 Januari 2020.

Sementara itu, pemberitaan terbaru terkait Joe Biden yang dilansir Warta.top bertajuk “Biden Kuat Bantah Pendukung Trump Menempati Gedung Parlemen AS” pada 7 Januari 2021.

Presiden terpilih AS Joe Biden mengecam keresahan pendukung Trump di Parlemen AS di Capitol Hill.

Biden menyebut para pengunjuk rasa “ekstremis” dan “massa” dan mengatakan kerusuhan yang mereka ciptakan adalah “serangan terhadap benteng Kebebasan, Capitol itu sendiri. Serangan terhadap perwakilan rakyat. dan polisi Capitol Hill berjanji untuk mengawasi mereka. Serangan terhadap supremasi hukum. Serangan terhadap Bisnis Paling Suci Amerika: Melayani Rakyat. “

Biden menunjukkan bahwa apa yang terjadi di gedung Parlemen tidak mencerminkan rakyat Amerika yang sebenarnya.

“Apa yang kami saksikan adalah sejumlah kecil ekstremis yang melanggar hukum,” katanya.

“Ini bukan penolakan. Ini kekacauan. Ini kekacauan. Ini hasutan,” katanya.

“Menyerbu Capitol, menghancurkan jendela, menempati kantor, lantai Senat AS, kantor pencarian, mengancam keselamatan pejabat terpilih. Ini bukan protes. Itu adalah pemberontakan.

Biden meminta Trump, yang berada di Gedung Putih selama kerusuhan, untuk menyampaikan pidato yang disiarkan di televisi nasional dan meminta para pendukungnya untuk mengakhiri pengepungan.

Sementara itu, Biden mengaku sangat kaget dan sedih karena bangsa Amerika yang selama ini menjadi contoh demokrasi sedang mengalami masa-masa kelam.

Pendukung Trump datang ke Washington, DC untuk berunjuk rasa saat Kongres mengadakan audiensi untuk menghitung hasil pemilihan AS, babak terakhir pemilihan presiden. Republik dan Trump menyerang kemenangan Biden, menyebutnya tidak sah dan menuduh pemilihan presiden itu curang.

Sementara itu, anggota parlemen AS berunjuk rasa setelah persidangan ditangguhkan setelah pendukung Donald Trump menyerbu gedung Capitol AS. Pada hari Rabu, Kongres akan mengadakan sidang terakhir untuk merekap hasil pemilihan presiden.

Namun ribuan pendukung Trump menyerbu gedung. Anggota parlemen dan pejabat yang hadir dievakuasi.

Rekap di Kongres adalah babak terakhir pemilihan presiden AS yang dimenangkan oleh Joe Biden dari Partai Demokrat.

“Anggota Kongres berunjuk rasa untuk mengesahkan kemenangan Biden setelah perusuh menerobos di Capitol Hill,” lapor CNN hingga Kamis (7/1).

Kesimpulan

Klaim bahwa Joe Biden mengundurkan diri sebagai Presiden Amerika Serikat adalah tipuan.

Jangan mudah percaya dan verifikasi semua informasi yang Anda dapatkan, pastikan berasal dari sumber yang terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan. [noe]

.


Source link

Check Also

PERIKSA FAKTA: Lockdown informasi tentang hoax di Jawa dan Bali

Warta.top – Informasi tentang pulau Jawa dan Bali akan diberlakukan saat lockdown pada 11-25 Januari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *