Home / Artis / KPI Hentikan & Pagi 'Pagi Harus Bahagia & # 39; Acara, Inilah Alasannya

KPI Hentikan & Pagi 'Pagi Harus Bahagia & # 39; Acara, Inilah Alasannya

Instagram @king_uyakuya. © 2019 Warta.top

Warta.top – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat berikan sanksi tegas untuk & # 39; Pagi Pagi Pagi Happy & # 39; atau P3H. Sanksi tersebut untuk menghentikan pertunjukan sementara.

Ini secara resmi dilaporkan oleh KPI melalui situs web resmi di kpi.go.id.

1 dari 6 halaman

Selamat Pagi Pagi Penyalahgunaan Pasti Bahagia

Dari rilis yang secara resmi diluncurkan oleh KPI, penangguhan diberikan kepada Pagi Pagi Definitely Happy karena program tersebut melakukan beberapa pelanggaran terhadap P3SPS KPI dalam beberapa episode penayangan.

Berdasarkan catatan KPI Pusat, program ini telah menerima surat peringatan pertama dan kedua dari KPI Pusat.

Hal ini dinyatakan oleh KPI Pusat dalam Penghentian Sementara Program Trans TV "Morning Morning Definitely Happy" Nomor 451b / K / KPI / 31.2 / 09/2019, Selasa (24/9/2019) minggu lalu.

2 dari 6 halaman

Berhenti 5 hari

Durasi pengakhiran program adalah lima hari dan waktu disampaikan dalam risalah keputusan.

3 dari 6 halaman

Alasan KPI Berhenti Pagi Pagi Harus Bahagia

Berdasarkan informasi dalam surat penghentian, pelanggaran yang dilakukan oleh P3H terjadi pada 26 Juli 2019 karena mereka menampilkan konten sengketa antara Vicky Prasetyo dan Angel Lelga.

Kemudian pada 13 Agustus 2019 menampilkan pertikaian antara Nikita Mirzani dan Barbie Kumalasari. Pada 15 Agustus 2019 menampilkan rekaman video tentang proses pemeriksaan seorang pria yang dicurigai melakukan pemerkosaan.

Selain itu, pada tanggal 23 Agustus 2019 dimulailah acara ini membahas kehidupan Elly Sugigi dengan mantan suaminya atas nama Aldo.

Diskusi serupa tentang kehidupan Elly Sugigi dan mantan suaminya diulangi di P3H pada 24 Agustus 2019.

Hingga 26 Agustus 2019, KPI Pusat menemukan konten pertikaian antara Tessa Mariska dan Nikita Mirzani.

4 dari 6 halaman

Pernyataan Tentang Tampilan Perseteruan

Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, mengatakan bahwa penampilan perselisihan itu, video proses pemeriksaan para lelaki yang dicurigai melakukan pemerkosaan, dan diskusi tentang kehidupan pribadi seseorang, dianggap melanggar sejumlah Artikel dalam P3SPS KPI 2012.

Pelanggaran yang terkait dengan aturan tentang kewajiban penyiar menghormati hak privasi, menghormati nilai-nilai dan norma kesusilaan dan kesopanan yang berlaku di masyarakat dan perlindungan anak-anak dan remaja.

"Dalam Pasal 1 Ayat (28) SPS KPI menjelaskan bahwa kehidupan pribadi adalah hal yang berkaitan dengan kehidupan perkawinan, perceraian, konflik keluarga, perselisihan pribadi, perselingkuhan, hubungan cinta, kepercayaan agama, dan rahasia pribadi," jelas Mulyo dari situs resmi KPI.

"Dan, dalam Pasal 13 ayat (1) SPS menjelaskan bahwa program siaran harus menghormati hak privasi dalam kehidupan pribadi dari objek konten siaran dan pada ayat (2) SPS, siaran tentang hal-hal kehidupan pribadi mungkin tidak menjadi materi yang ditampilkan dan atau disajikan dalam semua isi agenda, kecuali untuk kepentingan umum, "jelasnya.

Selain itu, lanjut Mulyo, dalam Program Siaran Pasal 14 huruf (c) dinyatakan bahwa tidak boleh mendorong berbagai pihak yang terlibat dalam konflik untuk mengungkapkan secara terperinci aib dan / atau kerahasiaan masing-masing pihak dalam konflik.

"Rekaman video dari proses pemeriksaan seorang pria yang diadili melakukan pemerkosaan melanggar Pasal 9 P3 tentang lembaga penyiaran harus menghormati nilai-nilai dan norma kesusilaan dan moralitas yang berlaku di masyarakat," katanya.

5 dari 6 halaman

KPI Memprioritaskan Perlindungan Anak

Lebih lanjut, Mulyo menekankan bahwa partainya memprioritaskan perlindungan anak-anak dalam konten siaran. Karena itu, lanjutnya, KPI selalu mendorong Lembaga Penyiaran untuk memperhatikan aspek perlindungan bagi anak-anak dan remaja di setiap acara.

"Dalam aturan kami, konten siaran dilarang menampilkan konten yang mendorong remaja untuk belajar tentang perilaku yang tidak pantas dan / atau membenarkan perilaku yang tidak pantas seperti biasa dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

6 dari 6 halaman

Permintaan KPI Kepada Para Pihak Televisi

Pada kesempatan itu, Mulyo meminta Trans TV sambil melaksanakan sanksi untuk menghentikan program ini, tidak diizinkan untuk menyiarkan program dengan format yang sama pada waktu siaran yang sama atau di waktu lain.

Ia berharap penghentian sanksi akan menjadi pelajaran bagi Trans TV untuk segera meningkatkan kualitas konten program yang bersangkutan dan tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

"Kami juga meminta semua penyiar untuk memperhatikan hal ini dan menjadikan P3SPS sebagai referensi untuk membuat dan menayangkan program," pinta Mulyo.

(akhir)

(tagsToTranslate) Komisi Penyiaran Indonesia KPI (t) Jakarta


Source link

Check Also

Vicky Prasetyo, yang dicurigai melakukan pencemaran nama baik, diancam dengan empat tahun penjara

Instagram Vicky Prasetyo. © 2019 Warta.top Warta.top – Vicky Prasetyo bernama tersangka dalam kasus dugaan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *