Penanaman kedelai seluas 210 hektar mendapat perhatian langsung dari Profesor Ali yang turun ke lapangan untuk memantau perkembangan tanaman. Dalam peninjauan tersebut, kondisi bibit kedelai dilaporkan menunjukkan perkembangan positif karena pada hari kedua setelah tanam sebagian benih sudah mulai mengeluarkan kecambah.
Saat berada di lokasi, Profesor Ali bersama para petani dan tim pendamping pertanian meninjau kondisi lahan, proses pengolahan tanah, hingga teknik penanaman yang diterapkan di area pertanian tersebut. Ia menilai tahap awal pertumbuhan tanaman menjadi momen penting yang menentukan keberhasilan budidaya kedelai.
“Baru dua hari, tapi akarnya sudah mulai keluar dan beberapa benih sudah berkecambah. Ini perkembangan yang cukup baik,” ujar Profesor Ali di sela peninjauan lahan.
Dalam kegiatan itu, para petani juga membahas upaya perlindungan tanaman dari serangan hama seperti belalang dan jangkrik. Penggunaan bahan perlindungan tanaman dilakukan untuk menjaga bibit tetap aman pada masa awal pertumbuhan.
Selain itu, pengolahan tanah menjadi perhatian utama. Petani mengakui pembajakan dan penggunaan alat rotavator membantu membuat tekstur tanah lebih halus sehingga mendukung pertumbuhan akar tanaman lebih cepat.
Profesor Ali turut mengingatkan pentingnya pengaturan jarak tanam agar produktivitas kedelai bisa maksimal. Evaluasi musim sebelumnya menunjukkan jarak tanam yang terlalu rapat dapat memengaruhi hasil panen.
Penanaman kedelai dalam skala ratusan hektar tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi pertanian sekaligus mendukung kebutuhan pangan nasional. Para petani optimistis pertumbuhan awal yang baik akan berdampak positif terhadap hasil panen mendatang.
0 Komentar